Tuesday, January 26, 2016

Kutitipkan mimpi di Hatimu

            Tawa anak-anak itu membuatnya menjadi merasa lebih baik. Keceriaan mereka, kenakalan mereka, tangisan mereka, itu adalah hal terindah yang dirasakan wanita dua puluh satu tahun ini. Dia adalah seorang mahasiswa perawat semester akhir yang sedang praktek kerja di salah satu rumah sakit pemerintah. Cita-citanya  tidak terlalu tinggi, cukup menjadi seorang guru TK dan mempunyai cafe kecil. Sejak Ia duduk di bangku taman kanak-kanak, setiap ibu guru bertanya Ia selalu menjawab akan menjadi guru TK seperti ibu gurunya. Namun kini takdir berkata lain, keinginan orang tua membuatnya menjadi seorang perawat.
            “ Fan, makasi ya udah diajakin ke tempat ini!” Ucap Elma, nama wanita itu.
            “ Iya sama-sama, disyukuri aja sekarang apa yang didapet, gak boleh ngeluh ah!  Udah gde gitu cengeng amat!”
Ifan adalah seorang teman yang diam-diam Elma sukai. Ifan bisa menjadi seorang kakak karena usia Ifan memang tiga tahun lebih tua daripada Elma. Ifan juga bisa menjadi teman sebaya karena wajah Ifan yang terlihat masih muda dan tampan. Mereka berdua saling mengenal melalu sosial media “Bee Talk”. Berawal dari saling mengirim voice note, mereka akhirnya bertukar nomer handphone. Sejak itulah mereka menjadi akrab dan saat ini mereka berada di salah satu taman kanak-kanak di kota Mataram. Bukan untuk menjemput adik, bukan untuk penelitian, namun untuk melihat Elma tersenyum. Ifan akan melakukan apapun untuk membuat gadis ini tidak bersedih.
            “ Aku pengennya liat mereka seperti ini, Fan. Bukan melihat mereka kesakitan, menangis karena sakit parah dan takut tiap aku masuk ke kamar mereka!”
            “ Iya iya aku ngerti, tapi gabole gitu dong! Kamu gak bangga rawat mereka sampai mereka sembuh?”
            “ Bangga sih, tapi tetep aja aku suka sedih kalau ngeliat mereka terbaring lemah di rumah sakit, Fan! Bayangin aja fan, disini seandainya aku menjadi ibu guru mereka, mereka akan berlari ke arahku dan memelukku sambil memanggil “selamat pagi ibu guru Elma”, tapi di rumah sakit aku seperti menjadi monster mengerikan yang sangat mereka takuti, Fan!”
            “ Anak ini gak bersyukur banget deh jadi orang! Aku gak suka ih kamu ngeluh-ngeluh terus! Aku kan udah ajak kamu ke sini tiga kali seminggu, udah kayak minum obat aja kan? Hahahaha !”
Tawa Ifan dan gaya khasnya saat tertawa membuat hati Elma merasa lebih baik. Elma sangat menyukai Ifan, tetapi Ifan seperti menarik ulur hatinya dan tidak ada kepastian. Tetapi Elma tetap bertahan hanya menyukainya, tanpa harus jujur. Karena dengan hanya berteman dengan Ifan, Elma bisa selalu dekat dengannya.
             Malam ini Elma terlihat sangat sibuk dengan laporan prakteknya yang Ia kerjakan di ruang istirahat perawat. Tiba-tiba salah seorang ibu berteriak memanggil perawat.
            “ SUSTER, DOKTER ANAK SAYA KENAPA???” Teriak ibu itu.
Elma segera berlari ke ruangan dahlia 8 untuk melihat anak ibu tersebut. Anak itu terlihat susah bernafas. Anak itu masuk rumah sakit dengan diagnosa asma bronkiale. Elma segera memanggil dokter yang bertanggung jawab atas anak itu. Tindakan demi tindakan telah dilakukan oleh dokter dan para perawat lainnya. Namun takdir berkata lain, Allah sangat menginginkan anak itu untuk kembali pada-Nya. Ini yang Elma sangat tidak suka berada di rumah sakit. Setiap hari Ia selalu merasa kehilangan. Entah itu anak-anak ataupun orang dewasa. Elma tak kuasa melihat tangisan ibu dari anak tersebut, dengan lembut Ia membantu ibu itu untuk tenang dan mampu mengikhlaskan anaknya yang telah kembali ke pangkuan Allah.
            Pukul 06.00 pagi, terlihat Ifan sudah berdiri di depan ruangan perawat membawakan sebotol susu indomilk strawberry dan kotak makan berisi blackforest untuk Elma. Elma yang tadinya terlihat lelah karena tidak tidur saat piket malam menjadi lebih semangat karena kehadiran Ifan. Mereka beristirahat bersama di kursi tunggu keluarga di samping kamar mayat. Ketika orang berpikir kamar mayat menyeramkan, namun bagi Elma itu adalah tempat paling tenang. Bukan karena mencari tempat sepi untuk berduaan dengan Ifan, tetapi entah mereka berdua asyik-asyik saja mengobrol ditempat menyeramkan seperti itu ditemani pak Roki, satpam kamar mayat.
            “ Pasti itu perut kembung ya begadang semaleman?” Tanya Ifan dengan wajah ngantuknya.
            “ Pasti itu mata lelah ya begadang terus setiap hari?” Jawab Elma balik bertanya.
Ifan adalah manusia kelelawar. Seandainya matanya bisa berbicara, matanya akan mengeluh terus-terusan karena tidak pernah dipakai untuk tidur.
            “ Ini anak tiap ditanyain suka nanya balik! Udah abisin gih terus balik ke ruangan, aku mau balek ke kos tidur!”
Elma melahap abis sepotong blackforest dan susu yang dibawakan Ifan. Itu makanan khas yang dibawakan Ifan ketika menerima bbm Elma.
            Fan, ad yg meninggl L anak kecil L
Tanpa membalas satu kata pun, besok subuhnya Ifan sudah ada di rumah sakit membawakan sebotol susu dan sepotong blackforest. Itu bukan makanan kesukaan Elma, tetapi Elma pernah berkata seperti ini pada Ifan saat mereka bermain di TK yang biasa mereka kunjungi.
            “ Entah hati jadi enakan makan blackforest sama susu stoberi ini!”
Sejak itulah setiap Elma sedih karena ada anak yang meninggal, Ifan selalu membawakan susu indomilk rasa strawberry dan sepotong blackforest.
            Hubungan Elma dan Ifan memang bukan sepasang kekasih, tetapi cara mereka bersama lebih dari sepasang kekasih. Dibalik pertahanan Elma dengan selalu menganggap Ifan sahabat baiknya, Elma juga seorang wanita yang sangat butuh status. Setiap orang bertanya, Ifan dan kamu pacaran? Jawabanyya selalu, tidak.
            “ Ga, apa iya wajar kalo cewek ngomong suka duluan?”
            “ Gak wajar sih, tapi terkadang wajar-wajar aja sapatau si Ifan sebenernya juga suka sama kamu tapi malu bilangnya! “ Jawab Mega, sahabat perempuan Elma.
            “ Gitu ya, tapi dari caranya siapa yang gak anggep dia gak suka aku coba? Apa iya dia begitu sama semua cewek?”
            “ Ya pasti gaklah, Positif aja! Kan Ifan vitamin pelangi merah kuning ijo dilangitnya Ifan. Udah ah udah, Ifan datang tuh!” Jawab Mega seperti  bernyanyi lalu terkejut dengan kedatangan Ifan.
Dari arah liff mall lantai 3 terlihat Ifan dengan menggunakan kaos hitam vans dan celana panjang jeans dengan sepatu boot coklat yang sangat disukai oleh Elma.
            “ Eh ada ibu megawati!”
            “ Mulai deh mulai pisang ijo ini!”
Mereka bertiga sering berkumpul bersama jika tidak ada kesibukan. Ifan yang sering memanggil Mega dengan sebutan ibu megawati dan Mega yang memanggilnya pisang ijo. Pisang ijo adalah panggilan yang dibuat Elma untuk Ifan, karena saat mereka baru pertama berkenalan, mereka memperdebatkan nama pisang kecil yang kata Elma sangat Ia sukai.
            “ Udah lama?” Tanya Ifan basa-basi
            “ Udah dari kemarin, Fan!” Jawab Elma ketus
            “ hohooo, liat si buntet emosi !”
Mereka bertiga berbincang-bincang mengenai masalah kampus mereka masing-masing sampai Mega dijemput oleh Rosi, kekasihnya.
            “ Fan, cau yuk cau!” Ajak Elma
            “ Kamu mau kemana?”
            “ Event tiga ribu tiga puluh yuk! Liat lampu-lampu !”
            “ Yuk, tapi inget lo, kata mama musti pulang jam 10!”
            “ Siap-siap!”
Mereka berdua pergi ke acara 3030 yang diadakan oleh kartu seluler 3 yang setiap harinya ramai dikunjungi oleh para anak-anak muda. Ketika mereka sampai disana, tiket sudah habis dan sudah gate close. Akhirnya mereka memutuskan hanya berkeliling mengukur jalanan kota Mataram dikala malam hari.
            “ Fan, boleh jujur?”
            “ Berarti selama ini boong dong!”
            “ Serius, Fan! Fan boleh gak sih aku suka duluan sama kamu?”
Ifan terdiam.
            “ Gak boleh!” Jawabnya singkat
            “ Yaudah deh! Pliss jangan diseriusin ya ngomong ngawur barusan! Aku janji deh gak ngeluh-ngeluh lagi sama kamu, gak gangguin kamu tiap pagi dengan bebe-em gak penting, janji janji, tapi jangan sampe kamu jauhin aku ya, Fan?”
            “ Kamu gausa berubah, aku suka kamu yang sekarang!”
Jawaban Ifan seperti menggantung itu membuat hati Elma merasa lebih baik. Mereka pun berhenti di salah satu warung kopi di pinggir jalan dekat dengan pantai.
            “ Fan, boleh gak sih kita mimpi tinggi-tinggi?”
            “ Oh jelas bolehlah!Kenapa?
            “ Boleh gak sih aku mimpi terus bisa jadi guru TK? Walopun karena mimpi itu aku sering ngeluh?”
            “ Kamu boleh mimpi menjadi apapun yang kamu inginkan, kamu bisa mimpi jadi presiden, kamu bisa mimpi punya pesawat terbang, bahkan kamu bisa bermimpi jadi seorang peri kecil nan cantik yang selalu kamu bilang sama aku. Kamu bisa juga mimpi punya cafe dengan desain yang sudah kita rancang bersama. Kamu bisa mengatakan semua mimpi itu sama aku, El! Jangan pernah batasi mimpi kamu dan jangan sampai mimpi itu menjadikanmu orang yang sering ngeluh karena penuh pengandaian.”
            “ Bisa gak kamu gak seperti ini terus? Ntar aku move on-nya lama!”
Ifan tertawa mendengar jawaban wanita mungil yang duduk di sampingnya itu. Wanita yang sebenarnya sangat Ifan sayangi namun karena keadaan, Ifan tidak bisa menjadi kekasihnya.
            “ Elma sayang, gak apa-apa deh kamu gak bisa move on dari aku. Aku gak ngebolehin!”
            “ Kok jahat banget ?”
            “ Elma..” Ucap Ifan tiba-tiba dengan wajah serius.
Elma terkejut melihat perubahan itu.
            “ Aku sayang sama kamu. Tapi saat ini aku mau benar-benar fokus kuliah, fokus sama tugas-tugas aku yang banyak ini. Aku gak mau gara-gara pacaran semuanya terbengkalai. Aku juga punya mimpi, sama seperti kamu. Kamu tau sendiri kan, seharusnya saat ini aku sudah menjadi laki-laki mandiri yang mempunyai penghasilan setiap bulannya, tetapi karena aku lalai saat itu yahhh beginilah hasilnya!”
Elma tidak bisa berkata apa-apa mendengar ucapan Ifan.
            “ Begini saja apa tidak cukup, El? Aku bahagia sejak kenal kamu. Aku gak pengen nyakitin kamu. Kamu punya mimpi, aku punya mimpi, yuk kita gapai bareng-bareng! Cafe impianmu, ntar aku yang desain. Guru TK, aku akan selalu bersedia menemanimu pergi melihat anak-anak bermain di sekolahnya. Sekarang kamu calon perawat, ikhlas ya ngerawatnya biar dapet pahala. Banyak lo yang iri sama kamu gara-gara kamu bisa ngerawat orang. Mulai sekarang gak boleh ngeluh ya!” Sambung Ifan panjang lebar.
Elma hanya mengangguk, matanya mulai berkaca-kaca.
Dibalik Ifan yang cuek, dia adalah seorang laki-laki bertanggung jawab yang saat ini sedang memikirkan masa depan. Dulu dia pernah kuliah di Malang, tetapi berhenti gara-gara orang tuanya menyarankan untuk mengikuti tes IPDN (Institut Pemerintahan Dalam Negeri). Ifan mengikuti saran orang tuanya, tetapi tidak lulus. Lalu Ia pindah ke Jakarta untuk kuliah, orang tuanya menyuruhnya untuk ikut tes lagi, namun tidak lulus. Dan akhirnya Ia pindah ke Mataram untuk kuliah disana. Ifan seperti jenuh dengan hidupnya saat itu, sehingga tingkah tidak peduli dengan kuliah Ia lakukan. Namun saat ini Ifan sudah mulai berpikir untuk menyelesaikan kuliahnya tepat waktu.
“Eh buntet, kenapa diem? Biasanya cerewet sok imut kalo diajak ngobrol! Pulang yuk ntar dimarahin mama kamu lagi!”
“ Fan, makasi ya! Aku janji aku gak akan ngeluh lagi! Kamu janji kamu gak boleh males lagi ya! Selesein itu kuliah cepet-cepet! Walaupun aku gabisa jadi guru TK, aku bisa ngerawat mereka yang sedang sakit. Walaupun kemampuan buat kue gak bisa dipakai setiap hari, suatu saat aku bisa punya cafe yang di desain sama kamu! Fighting fighting!!! “
            Ifan tersenyum dan menyalakan sepeda motornya. Mereka berdua pulang tepat jam 10 malam sampai di rumah Elma. Bicara tentang mimpi. Tentunya kita harus jatuh berkali-kali terlebih dahulu saat menaiki tangga yang akan membawa kita menuju mimpi tersebut. Itu adalah proses. Ada banyak anak tangga yang tidak sempurna, mungkin saja ada yang sangat licin, kotor, berlubang, ketika kita akan berniat untuk turun, hitunglah anak tangga yang sudah kita lalui. Akankah kita melewati anak tangga yang sama lagi? Tentunya tidak. Tidak ada salahnya kita bermimpi, bermimpilah setinggi-tingginya. Khawatirlah jika kamu tidak mempunyai mimpi. Jika kamu tidak sanggup menyimpan mimpi itu sendirian, berbagilah mimpi itu dengan seseorang yang kamu percaya. Bisa saja bersamanya kamu bisa menggapai mimpi itu.
            “ Hati-hati dijalan, Fan! Selamat ngerjain tugas pisang ijo! FIGHTING! Bebe-em sampe kos ya!”

            “ Oke buntet! Assalamualaikum! “.

0 comments:

Post a Comment