Wednesday, December 23, 2015

Quote Of Ria's Life

“aku gak mau sepuluh, dua puluh tahun dari hari ini, aku masih terus-terusan memikirkan orang yg sama. bingung di antara penyesalan dan penerimaan.” 
― Dewi 'Dee' LestariPerahu Kertas

Iya, aku pernah bertahun-tahun memikirkan orang yang sama. Lebih banyak ngerasain yang namanya penyesalan daripada penerimaan. Sempat berusaha menerima namun merasa menyesal. Penyesalan dan penerimaan bagiku sedang berjalan beriringan. Menggenggam tangan bersama membuat hatiku terasa sesak kembali jika mengingat tahun-tahun dimana yang ku tau kebodohan sedang menghinggapi diriku. Namun, ada satu titik dimana aku benar-benar menerima semuanya dan saat ini aku sudah merasakan yang namanya "Penerimaan" namun tak jarang pula "Penyesalan" singgah di otak kecilku yang memorinya sudah out of storage.

"Kenangan itu cuma hantu di sudut pikir. Selama kita cuma diam nggak berbuat apa-apa, selamanya dia tetap jadi hantu. Nggak akan pernah jadi kenyataan" (Ludhe)

Kenangan bagiku sesuatu yang terkadang indah namun begitu menyesakkan. Bagaimana bisa kalian melupakan sesuatu yang pernah membuat hati kalian terbolak-balik tak menentu. Kalian tertawa dan bahagia. Sama seperti kenangan bersama seseorang yang mengajakku menonton semalam. Kenangannya tidak begitu baik, namun ada saat dikala aku memperhatikannya dari belakang saat dia duduk disampingku menonton bersama, wajahnya yang entah aku tidak tahu apa yang dia pikirkan, apa yang dia rasakan saat bersamaku, namun wajah itu membuatku tersenyum dan berpikir " hai laki-laki, pernahkah sekali kau merasakan perasaanku yang pernah begitu menyayangimu?". Dia berbalik lalu tersenyum sambil menatapku. :) Iya kenangan bersamanya tidak ingin kuulangi karena itu terlalu menyakitkan bagiku ;) Sekarang bolehkah aku bahagia ? Bahagia bersamanya sebagai teman :) Teman yang berusaha selalu ada dan saling mendukung satu sama lain, walaupun masih ada sisa jejak perasaan yang masih tertinggal yang akan hilang seiring berjalannya waktu.

"Ada saatnya cinta harus dilepas, tidak digenggam dengan begitu erat. Bahwa ada saatnya kita tidak perlu berlari, tapi berhenti, melihat sekeliling. dan tersenyum"

Iya aku melepaskannya, dan sekarang aku masih mampu bertemu dan tersenyum kepadanya. Lebih damai dari sebelumnya, lebih asyik dari sebelumnya, lebih santai dari sebelumnya walaupn masih rada canggung.

"Dari pertama kita jadian, gue selalu berusaha ngejar dunia lo. Tapi lo bukan cuma lari, lo tuh terbang. Dan lo suka lupa, gue masih di bumi. Kaki gue masih di tanah. Gimana kita bisa terus jalan kalo tempat kita berpijak aja beda."  
Tutur Ojos getir -Perahu Kertas - Page 147 


Aku merasakan seperti Ojos saat bersamanya, bersama seseorang yang menonton bersamaku semalam. Aku dan dia berada di tempat berpijak yang berbeda. Kita memang berbeda.

Saya ingin melepas Keenan pergi. Sebelum kita berdua berontak, dan saling benci. Atau bersama-sama cuma karena menghargai.
Luhde - Perahu Kertas


Iya itu yang aku lakukan saat itu. Aku dan dia sempat saling benci saling berontak dan bersama-sama untuk saling menghargai. Sungguh itu sangat tidak menyenangkan. Namun akhirnya kita sekarang bisa menjadi seseorang yang berusaha menjadi lebih baik lagi.

"Pada akhirnya, tidak ada yang bisa memaksa. Tidak juga janji, atau kesetiaan. Tidak ada. Sekalipun akhirnya dia memilih untuk tetap bersamamu, hatinya tidak bisa dipaksa oleh apa pun, oleh siapa pun."
-Perahu Kertas

Semua akan kembali seperti itu, tidak ada yang bisa memaksakan hati entah itu janji atau kesetiaan. Pada akhirnya aku menjadi jenuh dan tidak ada keinginan untuk memulai hubungan baru dengan siapapun.
Aku takut terlalu mencintai lalu terluka. Resikonya memang, tapi bisakah aku beristirahat sejenak dalam hal percintaan yang begitu menyesakkan dada ini?

"Tidak mudah menjadi bayang-bayang orang lain. Lebih baik, tunggu sampai hatinya sembuh dan memutuskan dalam keadaan jernih. Tanpa bayang-bayang siapa pun." -Perahu Kertas


Seharusnya seperti itu. Aku belum sembuh dan sedang dalam tahap proses penyembuhan yang aku sendiri tidak tahu itu kapan akan benar-benar sembuh. Aku terluka benar-benar terluka karena terlalu berharap pada manusia yang hatinya selalu berubah-ubah.

“Akan ada satu saat kamu bertanya: pergi ke mana inspirasiku? Tiba-tiba kamu merasa ditinggal pergi. Hanya bisa diam, tidak lagi berkarya. Kering. Tetapi tidak selalu itu berarti kamu harus mencari objek atau sumber inspirasi baru. Sama seperti jodoh, Nan. Kalau punya masalah,tidak berarti harus cari pacar baru kan? Tapi rasa cinta kamu yang harus diperbarui.Cinta bisa tumbuh sendiri,tetapi bukan jaminan bakal langgeng selamanya,apalagi kalau tidak dipelihara. Mengerti kamu?" 

-Nasihat Poyan pada Keenan suatu hari” 
― Dewi 'Dee' LestariPerahu Kertas


Iya sepertinya nasihat Poyan tepat untukku. Sumber Inspirasi baru atau masalah baru itu pacar baru. Cukup cinta kita harus diperbaharui. Ahhh cinta sangat sulit ditebak maunya dan hasilnya. Aku masih belum sanggup memulai hal baru dengan orang yang baru. Itu sangat sulit. Sulit sekali.

Light of darkness

terpaksa aku sendiri
sementara saja kini
bersabar kan datang hari
meskipun ku lelah
aku takut kamu tak mengerti
caraku sampaikan rasa ini
ajarkan aku tuk bisa dapat ungkapkan rasa
agar kamu kan percaya begitu ku butuh cinta
kembali lagi terulang
tergores hatiku ini
setelah lama menyimpan rasa ini
terlalu dalam, terlalu dalam
ajarkan aku tuk bisa dapat ungkapkan rasa
agar kamu kan percaya begitu ku butuh cinta
ajarkan aku tuk bisa dapat merangkai kata
agar kamu kan dengarkan bibirku katakan cinta sekarang
aku takut kamu tak mengerti caraku sampaikan rasa ini
kamu tak mengerti
(ajarkan aku tuk bisa dapat ungkapkan rasa) agar kau percaya
(agar kamu kan percaya begitu ku butuh cinta) aku butuh cinta
(ajarkan aku tuk bisa dapat merangkai kata) merangkai kata
(agar kamu kan dengarkan) bibirku katakan cinta sekarang
(ku benci sendiri, ku benci sendiri, harus terus begini
ku benci sendiri, ku benci sendiri, harus terus begini)
ku benci sendiri, ku benci sendiri, takut gagal terus begini
Geisha - Sementara Sendiri-
Kalian tau kan lagu di atas? Soundtrack film Single yang lagi buming banget minggu ini. Versi Geisha udah gak asing lagi kita denger, tapi versi 'DIA', orang yang duduk di sampingku yang mengajakku nonton sepulang kerja terdengar begitu berbeda. Seseorang yang pikirannya susah sekali ditebak, seseorang yang terkadang hangat, cuek, masa bodoh, konyol, lucu dan kadang ngebosenin. Hahahahaha..
Berawal dari chattingnya di Facebook yang mengajakku nonton. Aku mengiyakannya. Belajar dari kesalahan dan pertengkaran masa lalu yang membuat aku dan dia begitu jauh sampai harus saling delcon di BBM dan saling hapus nomer handphone. Ucapan ulang tahun yang membuat kami saling menyapa lagi. Dia adalah seseorang di masa lalu yang pernah ada di hatiku. Yang membuat hariku selalu diisi dengan ceritanya. Setiap jalan-jalan bersamanya selalu ada kecanggunan namun terkadang tawa lepas menjadi cerita didalam acara jalan-jalan kami. Entah aku belum terlalu paham sifatnya yang sangat tertutup dan seolah dia tidak ingin memberi tahuku bagaimana dirinya dan hidupnya.
Sepulang kantor aku buru-buru untuk mampir di toko bahan kue untuk membeli beberapa bahan untuk pesanan besok. Sesampai rumah aku langsung mengerjakan separuhnya dan mandi untuk bersiap-siap pergi nonton bersamanya. Selesai sholat aku langsung berangkat karena filmnya mulai pukul 19:00. Sesampai disana, aku mencarinya diantara kerumunan orang yang sedang menunggu. Studio 2, aku menemukannya berjalan ke arahku dengan muka cueknya yang sedari dulu menjadi ciri khasnya. 
"Tunggu dah disana duduk dulu!"
Aku menunggunya sendiri. Sekelilingku terlihat banyak orang menunggu untuk menonton film tersebut. Dia kembali dengan senyum di wajahnya. Dia memperkenalkan teman barunya lagi yang ikut menonton bersama. Kami memasuki studio dan mendapatkan seat paling atas dan paling belakang. Aku diberikan kursi di tengah. Ada dia dan temannya diantaraku. Tawa menjadi cerita kami bertiga malam itu. Ada masa dimana mataku dan matanya bertemu, tatapan seperti biasa yang membuat kegelapan menjadi cahaya.
Sesekali aku melihat wajahnya yang tertawa diantara gelapnya studio. Wajahnya yang kecil, terlihat sempurna dari samping karena terpantul cahaya. Kutepis perasaan yang tiba-tiba membuatku merasa sesak.
Orang yang jatuh cinta diam-diam paham bahwa kenyataan kadang berbeda dgan apa yg diinginkan.
Aku suka memandanginya diantara gelap. Caranya tersenyum, tertawa, menoleh memandangku, bisa dikatakan aku terjebak di ruang nostalgia saat bersamanya. Aku sering menemukan cahaya diantara kegelapan bersamanya. Menonton teater yang cahanya hanya berasal dari panggung dan saat ini menonton film di bioskop yang cahayanya berasal dari film yang diputar. Punggung tegapnya yang dulu pernah tempatku bersandar, begitu nyaman. Aku suka memperhatikannya seperti itu. Sama seperti pertama kali aku mengatakan kepadanya " Saya suka liat kamu kerja!" .

Cinta kalo di paksa untuk berubah, cpet ato lambat kalo lo gak tau kapan waktunya buat pergi, pasti akan ada yang patah hati.
Iya aku sering mengunjungi tempat kerjanya untuk melihatnya bekerja dan sesekali menghampiriku untuk mengajak ngobrol atau memberi suapan kentang goreng padanya. Jika diingat, aku rindu hal itu. Namun saat ini BBM-an terakhir semalam membuat aku terbangun dari nostalgia saat dia membalasku " Iya, kita kan temen!" .
                  Kita bukan anak kecil lagi, kita semua tau tidak ada cinta yang tidak kadaluarsa.
Iya saat ini KITA hanya teman. Teman biasa yang sesekali keluar bersama menghabiskan penat setelah bekerja. Iya kita TEMAN :) Daripada seperti dulu yang entah kita belum saling memahami satu sama lain. Iyakan ? Iya nonton SINGLE buat kita berdua sepertinya belajar dari kesalahan sebelum-sebelumnya.
thanks yaq udah ajakin nonton "F" . 

Lebih milih mana,
nggak punya pacar tapi bisa jadi diri sendiri,
atau punya pacar tapi cintanya itu dipaksakan?

Kalau lo lagi suka sama seseorang,
lo pastiin...
itu cuma penasaran atau cinta?
-- SINGLE

Tuesday, December 8, 2015

Friday, September 4, 2015

Surprise, Happy Wedding and Hope You Always Happy :)

Okay, ini cerita mengejutkan yang datang dari seseorang yang pernah mengisi hidupku. Malam yang dingin dengan hembusan angin yang muncul melewati celah-celah ventilasi kamar. Potret itu mengejutkan. Begitu mengejutkan. Itu sudah lama, namun rasanya seperti ada rasa kehilangan. Bukan karena masih mencintai, tapi kalian akan paham jika menjadi aku. Ternyata tidak hanya menjadi aku, wanita yang memiliki kisah sama sepertiku juga merasakan itu. Ibu. Dia sangat paham dengan apa yang terjadi dengan aku saat ini. Karena dia pernah merasakan apa yang aku rasakan.

Bagaimana tidak kau merasa kehilangan, seseorang yang selama setahun pernah menemani hidupmu. Yang menyayangimu sepenuh hati namun kau lukai dengan keegoisanmu. Yang selalu setia menemani dalam keadaan apapun.

Boleh di review sedikit kisah yang lalu?
Aku lebih dahulu menyukainya saat itu. Hari kartini potret pertama kami. Cerita dimulai dari hari itu. Di rumah sakit saat aku terbaring lemah ditengah malam yang begitu gelap, orang itu bersedia menemaniku sampai saat aku tersadar. Menatapku penuh cinta. Mengusap kepalaku dengan tangan hangatnya. Dulu aku begitu lemah sehingga rumah sakit menjadi tempat langganan tempat ku tertidur. Hari dimana aku tidak sadarkan diri di kampus, lelaki itu datang dengan perasaan cemas berlari ke arahku yang terbaring lemah di brankar beralaskan sprei putih. Dia yang membukakan sepatu ku dan melepaskan kaos kaki yang menutupi kaki dinginku. Lagi lagi menatapku penuh haru karena cemas. Dia yang menggendongku naik ke kursi roda, yang mendorongku sambil menyuruhku tersenyum. Dia yang tiap sabtu menemaniku check up ke rumah sakit. Menemaniku menunggu di rumah sakit. Saat ulang tahun dia yang memberikan kejutan paling indah, membawakan sepatu dan tas kotor bekas telur dan tepung yang selalu mengusap usap rambutku ketika tingkah kekanak-kanakkanku muncul. Tapi aku meninggalkannya karena keegoisanku.
Jika direview lagi aku mungkin bisa menangis.
Dan saat itu, berarti itu sms terakhir sebelum ikrar yang kau ucapkan.

Terima kasih karena telah pernah menjadi bagian hidupku, Kak.
Aku bahagia.
Maafkan karena pernah membuatmu begitu terluka.


Aku bahagia melihat kedewasaanmu saat ini, Kak.
Happy wedding yaq.
Akhirnya Allah memberikan jodoh yang begitu cantik dan baik untukmu.
Semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, warrahmah.
Cepet dapet momongan, Kak. :)
Selamat Kak LMRP :)
Adikmu bahagia melihatmu sekarang ;)

Thursday, September 3, 2015

Suatu malam yang begitu dingin

"Teringat masa kecilku, kau peluk dan kau manja..."

Kalian pasti tau kan sepenggal lirik di atas. Iya itu lagu tentang "Ayah". Bagaimana sosok "Bapak" di mata kalian?? Bagiku sosok Bapak adalah segalanya,tentunya Ibu selalu berada di urutan paling atas.
Bapakku, dia sosok laki-laki yang bertanggung jawab namun ada kalanya dia tergiur dengan keindahan alam lain.
Hahahaha..
Aku teringat bagaimana ibuku menceritakan saat aku dilahirkan, disana tidak ada bapak yang menyaksikan saat aku dilahirkan ke dunia ini. Saat itu bapakku sedang sakit parah. Aku tidak mendengar alunan suara adzan yang biasa dilantunkan oleh para bapak saat bayi kecilnya dilahirkan ke dunia ini. 

Masa kecilku adalah masa paling membahagiakan yang pernah ku alami. Aku hidup berpindah-pindah tempat namun masi dalam satu pulau karena pekerjaan bapak. Bapak dulu bekerja di LP Praya sebelum pindah ke RUPBASAN. Ketidakcocokanku dengan lingkungan disana membuatku harus berpisah dengan kedua orang tuaku saat aku berusia 8 bulan. Masih cukup kecil bukan? Aku tinggal bersama mbah putri, mbah kakung, paman dan bibiku. Mereka adalah keluarga ibuku. Mereka sangat menyayangi aku, karena akulah si cucu pertama dari keluarga ibu maupun ayahku.
Diriku sejak kecil memang sedikit aneh, aku gadis kecil yang sangat takut dengan "nasi". Satu biji nasi bisa membuatku merinding dan menangis. Entah sejarahnya apa sampai aku bermusuhan dengan nasi.
Sampai pada umurku 5 tahun, aku bisa memakan makanan yang menurutku itu menjijikkan karena tekadku ingin bersekolah seperti teman-temanku. Aku bisa makan "nasi". Aku memasuki dunia taman kanak-kanak. Ayunan, jungkat-jungkit, prosotan, dress biru ala anak TK dengan baju kemeja kerah didalamnya, aku bertemu dengan mereka semua setiap hari saat aku memasuki dunia itu. Aku sedang tersenyum hangat saat menulis tentang masa-masa itu. Mengapa? Ya karena aku sangat bahagia tanpa pikiran saat itu. Setiap pagi, siang, malam bapak selalu menyuapi jika aku makan seraya bercerita hal-hal tidak masuk akal. Sekarang aku menyadarinya dan begitu polosnya aku mempercayai cerita bapak. Wuaaa~ its so warm guys.

Aku hidup dengan didikan keras. Memiliki orang tua seperti mereka adalah anugerah terindah dalam hidupku. Disaat ini, saat usiaku 23 tahun aku menyadari hasil didikan mereka yang begitu keras saat aku masih kecil. Aku memahami maksud dan tujuan didikan keras mereka. Really love you, mom..dad..

Aku merasa bangga memiliki mereka walaupun kehidupan kami serba berkecukupan. Gaji bapak yang seorang PNS sejauh ini cukup untuk menghidupi istri dan anaknya sampai saat ini walaupun hutang masih menjadi cerita tambahan dalam kehidupan kami.

Oktober, 2014
Ini titik terberat kehidupan yang aku dan keluargaku alami. Dimana pengkhianatan yang dilakukan seseorang pada kami begitu terasa. Aku seperti mayat hidup saat itu. Aku seperti hantu. Aku seperti tidak berpijak di bumi. Bagaimana dengan ibuku? Tentunya dia yang merasa paling tersakiti saat itu. Kondisi bapak yang tidak sadarkan diri karena kecelakaan, kondisi yang pengkhianatannya terungkap saat itu, kondisi keuangan keluarga yang sangat minim, sudah cukup lengkap bukan? Ditambah masalah ekstra kecemburuan sosial seorang wanita padaku karena aku berteman dengan kekasihnya yang tidak lain adalah mantan kekasihku dulu. Seperti jatuh tertimpa tangga lagi guys rasanya. Aku, anak sulung. Aku memiliki dua adik, seorang gadis yang duduk di bangku SMA dan seorang laki-laki kecil yang saat ini masih duduk di bangku SD. Seandainya semuanya terputus, bagaimana nasib kedua adikku?

Aku seorang wanita yang memiliki kepribadian yang pendiam jika marah, sedih. Aku tidak mampu berbicara langsung jika ada masalah. Selama aku bisa mengatasinya sendiri, kenapa harus dibebankan pada orang lain? Bisakah kau bayangkan rasanya bagaimana jadi aku saat di rumah sakit menjaga kedua orang tuaku? Bapak yang tidak sadarkan diri dan ibu yang hatinya sedang benar-benar sakit hingga ingin berniat melakukan hal bodoh? Bayangkan saja rasanya merawat bapak yang mengalami COS (cidera otak sedang) yang kesadarannya tidak sempurna. Yang setiap hari selalu kujaga tubuhnya yang begitu besar untuk tidak bangun dari tempat tidurnya dan membuka selang infus. Yang merengek seperti anak kecil karena ingin minum atau buang air kecil. Disisi lain aku harus menjaga setiap gerak-gerik ibu yang bisa saja melakukan hal nekat. Dan ditambah lagi masalah tambahan dengan wanita dan mantan kekasihku. Hai wanita cantik, aku tidak ingin merebut kekasihmu, aku hanya ingin berbagi cerita dengan kekasihmu. Karena aku membutuhkan teman saat itu. Aku sangat butuh. Teman-temanku saat itu sudah pulang kampung dan otakku blank tidak bisa berpikir. Dan aku tidak tahu jika kau masih bersamanya, aku pikir kalian sudah tidak ada apa-apa lagi. Maap.

Mungkin kalian memiliki masalah yang berbeda-beda dan ukuran yang berbeda-beda menilai suatu masalah ini besar atau kecil. Tapi bagiku ini masalah terbesar yang pernah aku alami.

Di suatu malam, di rumah sakit yang hawanya begitu dingin, aku berbagi tangis dengan ibu. Menumpahkan semua kesalahan pada bapak. Aku merasakan bagaimana perihnya yang dirasakan ibu saat ibu memelukku. Aku memohon untuk tidak melakukan hal-hal nekat dan egois. Silahkan lakukan hal tersebut jika anak mereka hanya aku. Tapi mereka masi memiliki dua anak yang masi butuh biaya sekolah dan kasih sayang.

Aku? Aku baik-baik saja. Jangan lihat aku, lihatlah kedua adikku yang hidupnya masih panjang dan ingin mempunyai kedua orang tua yang selalu berada disampingnya. Sosok orang tua yang mereka lihat setiap pulang sekolah, yang mereka lihat saat baru membuka mata, dan sosok orang tua yang ada saat mereka menjadi sukses. Saat itu aku berkeliaran dijalanan entah tak tahu mau kemana dengan supir taxi. Otakku blank! Hatiku benar-benar hancur dibuatnya. Ketahuilah, ini lebih sakit dari sekedar patah hati. Tubuh melemas, detak jantung terasa lebih kencang dari biasanya, over thinking guys!!

Allah memberikan aku masalah ini karena Allah tau aku kuat, aku bisa melewatinya. Rumah sepi, seperti tidak berpenghuni. Debu rumah yang tebal karena tidak ada yang menempatinya lumayan lama. Rumah yang dulu hangat dan selalu menjadi tujuan pulang saat itu terasa dingin, kosong. Angin yang masuk dari celah-celah ventilasi terasa sangat menusuk saat itu. Sakit. Perih. Melihat adik laki-lakiku datang menghampiri dengan tawa di wajahnya, bertanya " Bapak udah bangun, kak?" Tahukah kalian bagaimana rasanya? Akankah tawa itu akan selalu seperti itu? HARUS! Itu pikirku, itu tawa yang harus kujaga jangan sampai digantikan dengan tangis dan penyesalan.

Menyelamatkan keluarga adalah misiku saat itu. Aku yang begitu nekat pergi jauh mencari rumah "sang mafia pengganggu" yang merusak kebahagian keluargaku saat itu. Setiap langkah aku mengingat bagaimana tangisan ibu karenanya, bagaimana bapak karenanya, bagaimana aku, dan adik-adikku.
Dua hari perjalanan yang begitu jauh dan panas hingga akhirnya aku bertatap muka dan berbicara dengan "sang mafia pengganggu". Aku selalu ingat kata ibu " Sesakit hatinya kita sama orang, kita tetap harus sopan. Ibu sekolahin kamu biar kamu jadi orang yang berpendidikan. Tunjukkan kamu anak yang berpendidikan yang menyelesaikan masalah dengan baik-baik". Really really love you, mom ..
Bertatap muka dengan seorang "WANITA PENGGANGGU" dirumahnya, berbicara sinis dan sedikit mengancam. Dusta dan omong kosong yang dia keluarkan dari bibir merahnya. Sejak aku masih SMP, hitung saja berapa tahun, bisakah kau terus-terusan percaya laki-laki jika yang sudah menikah saja masih bisa berkhianat apalagi yang belum halal? BISA? Tahukah kalian bagaimana rasanya jadi aku yang sedari kecil dimanja oleh seorang laki-laki yang membuatku merasa menjadi seorang putri kerajaan bersamanya. Yang selalu mengajariku membaca, menghitung, bahkan bersikap, namun ketika dewasa kau menemukan dia mengabaikan kepercayaan yang di berikan?

Bisakah aku menemukan seseorang yang begitu mencintai dan menjagaku tanpa ada pengkhianatan dalam kisah kami?
Mungkin bisa.
Tapi Bisakah aku percaya lagi?
Masih bolehkah aku mempercayai lagi ?
Bisakah?


Masalah selesai saat itu juga. Dia menyesali semua perbuatannya dan berjanji tidak akan pernah mengulanginya lagi. Namun ibu tidak secepat itu memaafkan segalanya.

Yah~
badai itu pasti benar-benar berlalu. Terimakasih orang-orang yang ada saat aku jatuh. Orang yang membantuku saat itu.
Mutia, thanks udah jadi orang yang dateng saat berita besar itu terdengar. Sudah memberikan pelukan hangatnya untuk nenangin hati.
Bunda Ela, Thanks banget udah mau nemenin sabtu itu nyari rumah " WANITA T*I" itu. Udah jauh jauh nyasar sama gueeehhh sampe lotim.

Kak ipung, terimakasih sudah jadi pendengar dan penasihat saat itu. Gitarannya buat adem dihari besar itu, teh kotaknya buat hati yang panas jadi dingin walaupun sementara, sarapannya yang buat bahagia saat itu.
Puput, thanks sudah mau diajakin keluar malemmalem nongki di alfamart pas saya lagi uree banget gatau mau kemana dan ketika saya gak mampu nahen semua masalah saya sendiri. Thanks udah mau dianterin lagi sampe rumah sakit.

Aku begitu menyayangi kalian semua. Aku, adik-adikku, ibu, dan ayah ingin melupakan semuanya. Ingin kembali hidup dengan tawa di setiap harinya. Ingin hidup saat malam hari kami bisa berbagi satu ice cream bersama-sama. Dan saat ini, menyuapi ice cream ke bapak adalah moment terfavorit dalam kedewasaanku yang perlahan menjadi sempurna.

Ada masa dimana aku takut memulai hubungan karena bapak. Aku takut apa yang dilakukan bapak terjadi padaku. Ini alasan kenapa aku lebih memilih sendiri daripada harus memulai hubungan dengan yang lain. Selain itu aku tidak ingin menduakan Allah dengan mencintai orang yang belum tentu menjadi jodohku. Aku yakin suatu saat menemukan seseorang yang tidak pernah bosan menyayangiku, menjaga kepercayaan, mengerti tentang diriku.
Aku, Ria.
Suatu malam, dingin.

Monday, May 11, 2015

Hai hai cake Lover..
yukk dicoba jarcake rumahan ala ria..

Pricenya mulai 7.500 - 10.000 ya guys..
ada 7 rasa :
Blackforest - Oreo - Choco mint - greentea - tiramisu - Rainbow Cheese - Strawberry

Pemesanan H-2 ya guys untuk daerah mataram.
Hp : 082 341 885 002
BB : 545074D5