Sesosok bayangan yang dulu hilang kini telah kau temukan. Tempat gelap yang dulu kau sembunyikan perlahan kini telah muncul dan terkena sinar matahari. Setitik cahaya membuat debu beterbangan tampak dis ela-sela cahaya.
Cahaya itu,
yang bersinar di bawah pohon diantara motor-motor malam itu.
Menerangi sebotol air dan sebungkus snack.
Sinarnya yang kulihat memasuki gedung pertunjukkan yang gelap.
Ada senyum yang terbentuk ketika melihat cahaya itu masuk lalu berhenti tepat disampingmu walau ada jarak yang membatasi.
Jarak yang masih membentang luas antara cahaya dan kegelapan.
Denting jam yang berbunyi membuatku berdiri dari tempat itu lalu perlahan menghampiri dimana cahaya itu berhenti.
Ku sapa lalu bercerita tentang permainan yang akan kita mainkan.
Lalu beranjak pergi meninggalkan cahaya.
Meninggalkan kisah manis malam itu.
Aku bertemu cahaya itu lagi,
menemukannya dijalanan yang penuh dengan riuh dan sibuknya aktivitas pengendara para malam hari.
Deretan motor-motor, senyum dan suara malam itu terdengar begitu hangat.
Tawa yang tercipta dan senyum sinis yang tercipta.
Itu indah.
Tampaknya lampu jalanan membuatnya semakin cerah.
Tampaknya sorotan lampu pengendara jalanan membuatnya menjadi seorang yang begitu hangat.
Bayangan mata yang disorotkan cahaya itu membuka ruang gelap yang telah lama tertutup.
Kalimat-kalimat yang terlontar setelah itu,
harapan yang ada setelah itu,,,
Beranikah diriku lanjut untuk melangkah untuk menggenggam cahaya itu?
Bisakah setelah kepergiannya beberapa minggu lalu kembali bertemu menyaksikan pementasan di gedung pertunjukkan bersama-sama?
Tertawa bersama dalam gedung pertunjukkan yang begitu ramai.
Bisakah tercipta kisah yang kuharapkan setelah kebersamaan sudah menjadi suatu kewajiban?
Setelah pertanyaan itu hadir, bisakah itu tercipta?
Bisakah cahaya memasuki dapur pahit yang sudah lama tidak diberikan gula ataupun topping marshmallow ?
Bisakah bersama-sama membuat dapur itu menjadi dapur manis yang diatasnya ada topping marshmallow ataupun coklat glaze beraneka rasa?
Oke, aku putuskan memilih cahaya itu :)
Untuk sekian lamanya, aku putuskan membiarkan cahaya itu masuk.
Entah aku tidak mengingat bagaimana cahaya itu masuk ke hidupku, namun yang pasti aku ingin melangkah bersamanya menempuh jalanan gelap itu.
Jalanan gelap yang diciptakan waktu setelah pertunjukkan usai.
Sepertinya pertunjukkan teater yang membuatku mulai ingin mencari cahaya itu.
Bisakah?
Bisakah kali ini saja mengalah pada hati yang begitu keras?
Melunaklah sedikit, RIA!
Melunak.
Tempuh jalanan itu bersama cahaya yang akan kau genggam!
Lihat dan tunggu, apakah itu cahaya atau hanya sekedar sorotan lampu jalanan yang dilalui oleh banyak orang :)
Cahaya itu,
yang bersinar di bawah pohon diantara motor-motor malam itu.
Menerangi sebotol air dan sebungkus snack.
Sinarnya yang kulihat memasuki gedung pertunjukkan yang gelap.
Ada senyum yang terbentuk ketika melihat cahaya itu masuk lalu berhenti tepat disampingmu walau ada jarak yang membatasi.
Jarak yang masih membentang luas antara cahaya dan kegelapan.
Denting jam yang berbunyi membuatku berdiri dari tempat itu lalu perlahan menghampiri dimana cahaya itu berhenti.
Ku sapa lalu bercerita tentang permainan yang akan kita mainkan.
Lalu beranjak pergi meninggalkan cahaya.
Meninggalkan kisah manis malam itu.
Aku bertemu cahaya itu lagi,
menemukannya dijalanan yang penuh dengan riuh dan sibuknya aktivitas pengendara para malam hari.
Deretan motor-motor, senyum dan suara malam itu terdengar begitu hangat.
Tawa yang tercipta dan senyum sinis yang tercipta.
Itu indah.
Tampaknya lampu jalanan membuatnya semakin cerah.
Tampaknya sorotan lampu pengendara jalanan membuatnya menjadi seorang yang begitu hangat.
Bayangan mata yang disorotkan cahaya itu membuka ruang gelap yang telah lama tertutup.
Kalimat-kalimat yang terlontar setelah itu,
harapan yang ada setelah itu,,,
Beranikah diriku lanjut untuk melangkah untuk menggenggam cahaya itu?
Bisakah setelah kepergiannya beberapa minggu lalu kembali bertemu menyaksikan pementasan di gedung pertunjukkan bersama-sama?
Tertawa bersama dalam gedung pertunjukkan yang begitu ramai.
Bisakah tercipta kisah yang kuharapkan setelah kebersamaan sudah menjadi suatu kewajiban?
Setelah pertanyaan itu hadir, bisakah itu tercipta?
Bisakah cahaya memasuki dapur pahit yang sudah lama tidak diberikan gula ataupun topping marshmallow ?
Bisakah bersama-sama membuat dapur itu menjadi dapur manis yang diatasnya ada topping marshmallow ataupun coklat glaze beraneka rasa?
Oke, aku putuskan memilih cahaya itu :)
Untuk sekian lamanya, aku putuskan membiarkan cahaya itu masuk.
Entah aku tidak mengingat bagaimana cahaya itu masuk ke hidupku, namun yang pasti aku ingin melangkah bersamanya menempuh jalanan gelap itu.
Jalanan gelap yang diciptakan waktu setelah pertunjukkan usai.
Sepertinya pertunjukkan teater yang membuatku mulai ingin mencari cahaya itu.
Bisakah?
Bisakah kali ini saja mengalah pada hati yang begitu keras?
Melunaklah sedikit, RIA!
Melunak.
Tempuh jalanan itu bersama cahaya yang akan kau genggam!
Lihat dan tunggu, apakah itu cahaya atau hanya sekedar sorotan lampu jalanan yang dilalui oleh banyak orang :)
0 comments:
Post a Comment