Tuesday, August 2, 2016

Lagi-Lagi Hujan

Hujan kembali membawamu terbang ke tempat dimana kau menyimpan rapi buku-buku paket SMA. Tempat dimana hatimu tertinggal. Tempat dimana jiwamu masih melayang-layang bebas. Tempat dimana otakmu masih dikelilingi pertanyaan yang membuat otakmu akan pecah.

Iya, hujan kembali membuatmu membuka buku pelajaran bahasa inggris. Buku yang membuat tanganmu bertemu mata yang selalu memperhatikan setiap detik nafasmu. Buku yang membuatmu bertemu tangan kecil yang kau sendiri tidak tahu tangan itulah yang selalu menggenggam tanganmu erat.

Hujan lagi-lagi membuatmu mengingat parfum bulgari yang setiap hari kau hirup ketika angin membawanya sampai ke hidung mungilmu. Aroma yang setiap kali membuat langkahmu berhenti. Aroma yang setiap kali membuat otakmu memaksa untuk mengingat. Aroma yang setiap kali membuat hatimu berdetak lebih kencang dan mulutmu menyebutkan nama satu sosok yang sedang hujan tampilkan saat ini.

Hujan lagi-lagi menceritakan bagaimana rabu pagi dengan kertas putih yang terdampar di meja belajarmu. Kertas putih yang membuatmu tidak mampu berkata apa-apa. Kertas putih yang sudah membuat kotak itu penuh dengan detik.

Hujan dengan lancangnya membuatmu menelan ludahmu sendiri. Hujan dengan tidak sopannya membuatmu kecewa karena kekalahan yang pada akhirnya kau rasakan saat ini.

Apa yang hujan ingin sampaikan sebenarnya untuk hati dan otakmu yang lemah itu ?
Tidakkah hujan ingin meruntuhkan otak batumu yang sangat susah dilunakkan?
Atau hatimu yang lebih keras dari baja ?

Jangan pernah menyalahkan hujan, salahkan dirimu !
Dirimu yang sudah terlalu egois dengan dirimu sendiri.
Dirimu yang sudah terlalu jenuh dengan keadaan.
Dirimu yang sudah terlalu bosan dengan detik yang berjalan beriringan bersamamu.

0 comments:

Post a Comment