Wednesday, December 23, 2015

Quote Of Ria's Life

“aku gak mau sepuluh, dua puluh tahun dari hari ini, aku masih terus-terusan memikirkan orang yg sama. bingung di antara penyesalan dan penerimaan.” 
― Dewi 'Dee' LestariPerahu Kertas

Iya, aku pernah bertahun-tahun memikirkan orang yang sama. Lebih banyak ngerasain yang namanya penyesalan daripada penerimaan. Sempat berusaha menerima namun merasa menyesal. Penyesalan dan penerimaan bagiku sedang berjalan beriringan. Menggenggam tangan bersama membuat hatiku terasa sesak kembali jika mengingat tahun-tahun dimana yang ku tau kebodohan sedang menghinggapi diriku. Namun, ada satu titik dimana aku benar-benar menerima semuanya dan saat ini aku sudah merasakan yang namanya "Penerimaan" namun tak jarang pula "Penyesalan" singgah di otak kecilku yang memorinya sudah out of storage.

"Kenangan itu cuma hantu di sudut pikir. Selama kita cuma diam nggak berbuat apa-apa, selamanya dia tetap jadi hantu. Nggak akan pernah jadi kenyataan" (Ludhe)

Kenangan bagiku sesuatu yang terkadang indah namun begitu menyesakkan. Bagaimana bisa kalian melupakan sesuatu yang pernah membuat hati kalian terbolak-balik tak menentu. Kalian tertawa dan bahagia. Sama seperti kenangan bersama seseorang yang mengajakku menonton semalam. Kenangannya tidak begitu baik, namun ada saat dikala aku memperhatikannya dari belakang saat dia duduk disampingku menonton bersama, wajahnya yang entah aku tidak tahu apa yang dia pikirkan, apa yang dia rasakan saat bersamaku, namun wajah itu membuatku tersenyum dan berpikir " hai laki-laki, pernahkah sekali kau merasakan perasaanku yang pernah begitu menyayangimu?". Dia berbalik lalu tersenyum sambil menatapku. :) Iya kenangan bersamanya tidak ingin kuulangi karena itu terlalu menyakitkan bagiku ;) Sekarang bolehkah aku bahagia ? Bahagia bersamanya sebagai teman :) Teman yang berusaha selalu ada dan saling mendukung satu sama lain, walaupun masih ada sisa jejak perasaan yang masih tertinggal yang akan hilang seiring berjalannya waktu.

"Ada saatnya cinta harus dilepas, tidak digenggam dengan begitu erat. Bahwa ada saatnya kita tidak perlu berlari, tapi berhenti, melihat sekeliling. dan tersenyum"

Iya aku melepaskannya, dan sekarang aku masih mampu bertemu dan tersenyum kepadanya. Lebih damai dari sebelumnya, lebih asyik dari sebelumnya, lebih santai dari sebelumnya walaupn masih rada canggung.

"Dari pertama kita jadian, gue selalu berusaha ngejar dunia lo. Tapi lo bukan cuma lari, lo tuh terbang. Dan lo suka lupa, gue masih di bumi. Kaki gue masih di tanah. Gimana kita bisa terus jalan kalo tempat kita berpijak aja beda."  
Tutur Ojos getir -Perahu Kertas - Page 147 


Aku merasakan seperti Ojos saat bersamanya, bersama seseorang yang menonton bersamaku semalam. Aku dan dia berada di tempat berpijak yang berbeda. Kita memang berbeda.

Saya ingin melepas Keenan pergi. Sebelum kita berdua berontak, dan saling benci. Atau bersama-sama cuma karena menghargai.
Luhde - Perahu Kertas


Iya itu yang aku lakukan saat itu. Aku dan dia sempat saling benci saling berontak dan bersama-sama untuk saling menghargai. Sungguh itu sangat tidak menyenangkan. Namun akhirnya kita sekarang bisa menjadi seseorang yang berusaha menjadi lebih baik lagi.

"Pada akhirnya, tidak ada yang bisa memaksa. Tidak juga janji, atau kesetiaan. Tidak ada. Sekalipun akhirnya dia memilih untuk tetap bersamamu, hatinya tidak bisa dipaksa oleh apa pun, oleh siapa pun."
-Perahu Kertas

Semua akan kembali seperti itu, tidak ada yang bisa memaksakan hati entah itu janji atau kesetiaan. Pada akhirnya aku menjadi jenuh dan tidak ada keinginan untuk memulai hubungan baru dengan siapapun.
Aku takut terlalu mencintai lalu terluka. Resikonya memang, tapi bisakah aku beristirahat sejenak dalam hal percintaan yang begitu menyesakkan dada ini?

"Tidak mudah menjadi bayang-bayang orang lain. Lebih baik, tunggu sampai hatinya sembuh dan memutuskan dalam keadaan jernih. Tanpa bayang-bayang siapa pun." -Perahu Kertas


Seharusnya seperti itu. Aku belum sembuh dan sedang dalam tahap proses penyembuhan yang aku sendiri tidak tahu itu kapan akan benar-benar sembuh. Aku terluka benar-benar terluka karena terlalu berharap pada manusia yang hatinya selalu berubah-ubah.

“Akan ada satu saat kamu bertanya: pergi ke mana inspirasiku? Tiba-tiba kamu merasa ditinggal pergi. Hanya bisa diam, tidak lagi berkarya. Kering. Tetapi tidak selalu itu berarti kamu harus mencari objek atau sumber inspirasi baru. Sama seperti jodoh, Nan. Kalau punya masalah,tidak berarti harus cari pacar baru kan? Tapi rasa cinta kamu yang harus diperbarui.Cinta bisa tumbuh sendiri,tetapi bukan jaminan bakal langgeng selamanya,apalagi kalau tidak dipelihara. Mengerti kamu?" 

-Nasihat Poyan pada Keenan suatu hari” 
― Dewi 'Dee' LestariPerahu Kertas


Iya sepertinya nasihat Poyan tepat untukku. Sumber Inspirasi baru atau masalah baru itu pacar baru. Cukup cinta kita harus diperbaharui. Ahhh cinta sangat sulit ditebak maunya dan hasilnya. Aku masih belum sanggup memulai hal baru dengan orang yang baru. Itu sangat sulit. Sulit sekali.

Light of darkness

terpaksa aku sendiri
sementara saja kini
bersabar kan datang hari
meskipun ku lelah
aku takut kamu tak mengerti
caraku sampaikan rasa ini
ajarkan aku tuk bisa dapat ungkapkan rasa
agar kamu kan percaya begitu ku butuh cinta
kembali lagi terulang
tergores hatiku ini
setelah lama menyimpan rasa ini
terlalu dalam, terlalu dalam
ajarkan aku tuk bisa dapat ungkapkan rasa
agar kamu kan percaya begitu ku butuh cinta
ajarkan aku tuk bisa dapat merangkai kata
agar kamu kan dengarkan bibirku katakan cinta sekarang
aku takut kamu tak mengerti caraku sampaikan rasa ini
kamu tak mengerti
(ajarkan aku tuk bisa dapat ungkapkan rasa) agar kau percaya
(agar kamu kan percaya begitu ku butuh cinta) aku butuh cinta
(ajarkan aku tuk bisa dapat merangkai kata) merangkai kata
(agar kamu kan dengarkan) bibirku katakan cinta sekarang
(ku benci sendiri, ku benci sendiri, harus terus begini
ku benci sendiri, ku benci sendiri, harus terus begini)
ku benci sendiri, ku benci sendiri, takut gagal terus begini
Geisha - Sementara Sendiri-
Kalian tau kan lagu di atas? Soundtrack film Single yang lagi buming banget minggu ini. Versi Geisha udah gak asing lagi kita denger, tapi versi 'DIA', orang yang duduk di sampingku yang mengajakku nonton sepulang kerja terdengar begitu berbeda. Seseorang yang pikirannya susah sekali ditebak, seseorang yang terkadang hangat, cuek, masa bodoh, konyol, lucu dan kadang ngebosenin. Hahahahaha..
Berawal dari chattingnya di Facebook yang mengajakku nonton. Aku mengiyakannya. Belajar dari kesalahan dan pertengkaran masa lalu yang membuat aku dan dia begitu jauh sampai harus saling delcon di BBM dan saling hapus nomer handphone. Ucapan ulang tahun yang membuat kami saling menyapa lagi. Dia adalah seseorang di masa lalu yang pernah ada di hatiku. Yang membuat hariku selalu diisi dengan ceritanya. Setiap jalan-jalan bersamanya selalu ada kecanggunan namun terkadang tawa lepas menjadi cerita didalam acara jalan-jalan kami. Entah aku belum terlalu paham sifatnya yang sangat tertutup dan seolah dia tidak ingin memberi tahuku bagaimana dirinya dan hidupnya.
Sepulang kantor aku buru-buru untuk mampir di toko bahan kue untuk membeli beberapa bahan untuk pesanan besok. Sesampai rumah aku langsung mengerjakan separuhnya dan mandi untuk bersiap-siap pergi nonton bersamanya. Selesai sholat aku langsung berangkat karena filmnya mulai pukul 19:00. Sesampai disana, aku mencarinya diantara kerumunan orang yang sedang menunggu. Studio 2, aku menemukannya berjalan ke arahku dengan muka cueknya yang sedari dulu menjadi ciri khasnya. 
"Tunggu dah disana duduk dulu!"
Aku menunggunya sendiri. Sekelilingku terlihat banyak orang menunggu untuk menonton film tersebut. Dia kembali dengan senyum di wajahnya. Dia memperkenalkan teman barunya lagi yang ikut menonton bersama. Kami memasuki studio dan mendapatkan seat paling atas dan paling belakang. Aku diberikan kursi di tengah. Ada dia dan temannya diantaraku. Tawa menjadi cerita kami bertiga malam itu. Ada masa dimana mataku dan matanya bertemu, tatapan seperti biasa yang membuat kegelapan menjadi cahaya.
Sesekali aku melihat wajahnya yang tertawa diantara gelapnya studio. Wajahnya yang kecil, terlihat sempurna dari samping karena terpantul cahaya. Kutepis perasaan yang tiba-tiba membuatku merasa sesak.
Orang yang jatuh cinta diam-diam paham bahwa kenyataan kadang berbeda dgan apa yg diinginkan.
Aku suka memandanginya diantara gelap. Caranya tersenyum, tertawa, menoleh memandangku, bisa dikatakan aku terjebak di ruang nostalgia saat bersamanya. Aku sering menemukan cahaya diantara kegelapan bersamanya. Menonton teater yang cahanya hanya berasal dari panggung dan saat ini menonton film di bioskop yang cahayanya berasal dari film yang diputar. Punggung tegapnya yang dulu pernah tempatku bersandar, begitu nyaman. Aku suka memperhatikannya seperti itu. Sama seperti pertama kali aku mengatakan kepadanya " Saya suka liat kamu kerja!" .

Cinta kalo di paksa untuk berubah, cpet ato lambat kalo lo gak tau kapan waktunya buat pergi, pasti akan ada yang patah hati.
Iya aku sering mengunjungi tempat kerjanya untuk melihatnya bekerja dan sesekali menghampiriku untuk mengajak ngobrol atau memberi suapan kentang goreng padanya. Jika diingat, aku rindu hal itu. Namun saat ini BBM-an terakhir semalam membuat aku terbangun dari nostalgia saat dia membalasku " Iya, kita kan temen!" .
                  Kita bukan anak kecil lagi, kita semua tau tidak ada cinta yang tidak kadaluarsa.
Iya saat ini KITA hanya teman. Teman biasa yang sesekali keluar bersama menghabiskan penat setelah bekerja. Iya kita TEMAN :) Daripada seperti dulu yang entah kita belum saling memahami satu sama lain. Iyakan ? Iya nonton SINGLE buat kita berdua sepertinya belajar dari kesalahan sebelum-sebelumnya.
thanks yaq udah ajakin nonton "F" . 

Lebih milih mana,
nggak punya pacar tapi bisa jadi diri sendiri,
atau punya pacar tapi cintanya itu dipaksakan?

Kalau lo lagi suka sama seseorang,
lo pastiin...
itu cuma penasaran atau cinta?
-- SINGLE

Tuesday, December 8, 2015