“aku gak mau sepuluh, dua puluh tahun dari hari ini, aku masih terus-terusan memikirkan orang yg sama. bingung di antara penyesalan dan penerimaan.”
― Dewi 'Dee' Lestari, Perahu Kertas
Iya, aku pernah bertahun-tahun memikirkan orang yang sama. Lebih banyak ngerasain yang namanya penyesalan daripada penerimaan. Sempat berusaha menerima namun merasa menyesal. Penyesalan dan penerimaan bagiku sedang berjalan beriringan. Menggenggam tangan bersama membuat hatiku terasa sesak kembali jika mengingat tahun-tahun dimana yang ku tau kebodohan sedang menghinggapi diriku. Namun, ada satu titik dimana aku benar-benar menerima semuanya dan saat ini aku sudah merasakan yang namanya "Penerimaan" namun tak jarang pula "Penyesalan" singgah di otak kecilku yang memorinya sudah out of storage.
"Kenangan itu cuma hantu di sudut pikir. Selama kita cuma diam nggak berbuat apa-apa, selamanya dia tetap jadi hantu. Nggak akan pernah jadi kenyataan" (Ludhe)
Kenangan bagiku sesuatu yang terkadang indah namun begitu menyesakkan. Bagaimana bisa kalian melupakan sesuatu yang pernah membuat hati kalian terbolak-balik tak menentu. Kalian tertawa dan bahagia. Sama seperti kenangan bersama seseorang yang mengajakku menonton semalam. Kenangannya tidak begitu baik, namun ada saat dikala aku memperhatikannya dari belakang saat dia duduk disampingku menonton bersama, wajahnya yang entah aku tidak tahu apa yang dia pikirkan, apa yang dia rasakan saat bersamaku, namun wajah itu membuatku tersenyum dan berpikir " hai laki-laki, pernahkah sekali kau merasakan perasaanku yang pernah begitu menyayangimu?". Dia berbalik lalu tersenyum sambil menatapku. :) Iya kenangan bersamanya tidak ingin kuulangi karena itu terlalu menyakitkan bagiku ;) Sekarang bolehkah aku bahagia ? Bahagia bersamanya sebagai teman :) Teman yang berusaha selalu ada dan saling mendukung satu sama lain, walaupun masih ada sisa jejak perasaan yang masih tertinggal yang akan hilang seiring berjalannya waktu.
"Ada saatnya cinta harus dilepas, tidak digenggam dengan begitu erat. Bahwa ada saatnya kita tidak perlu berlari, tapi berhenti, melihat sekeliling. dan tersenyum"
Iya aku melepaskannya, dan sekarang aku masih mampu bertemu dan tersenyum kepadanya. Lebih damai dari sebelumnya, lebih asyik dari sebelumnya, lebih santai dari sebelumnya walaupn masih rada canggung.
"Dari pertama kita jadian, gue selalu berusaha ngejar dunia lo. Tapi lo bukan cuma lari, lo tuh terbang. Dan lo suka lupa, gue masih di bumi. Kaki gue masih di tanah. Gimana kita bisa terus jalan kalo tempat kita berpijak aja beda."
Tutur Ojos getir -Perahu Kertas - Page 147
Tutur Ojos getir -Perahu Kertas - Page 147
Aku merasakan seperti Ojos saat bersamanya, bersama seseorang yang menonton bersamaku semalam. Aku dan dia berada di tempat berpijak yang berbeda. Kita memang berbeda.
Saya ingin melepas Keenan pergi. Sebelum kita berdua berontak, dan saling benci. Atau bersama-sama cuma karena menghargai.
Luhde - Perahu Kertas
Iya itu yang aku lakukan saat itu. Aku dan dia sempat saling benci saling berontak dan bersama-sama untuk saling menghargai. Sungguh itu sangat tidak menyenangkan. Namun akhirnya kita sekarang bisa menjadi seseorang yang berusaha menjadi lebih baik lagi.
"Pada akhirnya, tidak ada yang bisa memaksa. Tidak juga janji, atau kesetiaan. Tidak ada. Sekalipun akhirnya dia memilih untuk tetap bersamamu, hatinya tidak bisa dipaksa oleh apa pun, oleh siapa pun."
-Perahu Kertas
Semua akan kembali seperti itu, tidak ada yang bisa memaksakan hati entah itu janji atau kesetiaan. Pada akhirnya aku menjadi jenuh dan tidak ada keinginan untuk memulai hubungan baru dengan siapapun.
Aku takut terlalu mencintai lalu terluka. Resikonya memang, tapi bisakah aku beristirahat sejenak dalam hal percintaan yang begitu menyesakkan dada ini?
"Tidak mudah menjadi bayang-bayang orang lain. Lebih baik, tunggu sampai hatinya sembuh dan memutuskan dalam keadaan jernih. Tanpa bayang-bayang siapa pun." -Perahu Kertas
“Akan ada satu saat kamu bertanya: pergi ke mana inspirasiku? Tiba-tiba kamu merasa ditinggal pergi. Hanya bisa diam, tidak lagi berkarya. Kering. Tetapi tidak selalu itu berarti kamu harus mencari objek atau sumber inspirasi baru. Sama seperti jodoh, Nan. Kalau punya masalah,tidak berarti harus cari pacar baru kan? Tapi rasa cinta kamu yang harus diperbarui.Cinta bisa tumbuh sendiri,tetapi bukan jaminan bakal langgeng selamanya,apalagi kalau tidak dipelihara. Mengerti kamu?"
-Nasihat Poyan pada Keenan suatu hari”
― Dewi 'Dee' Lestari, Perahu Kertas
Iya sepertinya nasihat Poyan tepat untukku. Sumber Inspirasi baru atau masalah baru itu pacar baru. Cukup cinta kita harus diperbaharui. Ahhh cinta sangat sulit ditebak maunya dan hasilnya. Aku masih belum sanggup memulai hal baru dengan orang yang baru. Itu sangat sulit. Sulit sekali.





