Wednesday, December 23, 2015

Light of darkness

terpaksa aku sendiri
sementara saja kini
bersabar kan datang hari
meskipun ku lelah
aku takut kamu tak mengerti
caraku sampaikan rasa ini
ajarkan aku tuk bisa dapat ungkapkan rasa
agar kamu kan percaya begitu ku butuh cinta
kembali lagi terulang
tergores hatiku ini
setelah lama menyimpan rasa ini
terlalu dalam, terlalu dalam
ajarkan aku tuk bisa dapat ungkapkan rasa
agar kamu kan percaya begitu ku butuh cinta
ajarkan aku tuk bisa dapat merangkai kata
agar kamu kan dengarkan bibirku katakan cinta sekarang
aku takut kamu tak mengerti caraku sampaikan rasa ini
kamu tak mengerti
(ajarkan aku tuk bisa dapat ungkapkan rasa) agar kau percaya
(agar kamu kan percaya begitu ku butuh cinta) aku butuh cinta
(ajarkan aku tuk bisa dapat merangkai kata) merangkai kata
(agar kamu kan dengarkan) bibirku katakan cinta sekarang
(ku benci sendiri, ku benci sendiri, harus terus begini
ku benci sendiri, ku benci sendiri, harus terus begini)
ku benci sendiri, ku benci sendiri, takut gagal terus begini
Geisha - Sementara Sendiri-
Kalian tau kan lagu di atas? Soundtrack film Single yang lagi buming banget minggu ini. Versi Geisha udah gak asing lagi kita denger, tapi versi 'DIA', orang yang duduk di sampingku yang mengajakku nonton sepulang kerja terdengar begitu berbeda. Seseorang yang pikirannya susah sekali ditebak, seseorang yang terkadang hangat, cuek, masa bodoh, konyol, lucu dan kadang ngebosenin. Hahahahaha..
Berawal dari chattingnya di Facebook yang mengajakku nonton. Aku mengiyakannya. Belajar dari kesalahan dan pertengkaran masa lalu yang membuat aku dan dia begitu jauh sampai harus saling delcon di BBM dan saling hapus nomer handphone. Ucapan ulang tahun yang membuat kami saling menyapa lagi. Dia adalah seseorang di masa lalu yang pernah ada di hatiku. Yang membuat hariku selalu diisi dengan ceritanya. Setiap jalan-jalan bersamanya selalu ada kecanggunan namun terkadang tawa lepas menjadi cerita didalam acara jalan-jalan kami. Entah aku belum terlalu paham sifatnya yang sangat tertutup dan seolah dia tidak ingin memberi tahuku bagaimana dirinya dan hidupnya.
Sepulang kantor aku buru-buru untuk mampir di toko bahan kue untuk membeli beberapa bahan untuk pesanan besok. Sesampai rumah aku langsung mengerjakan separuhnya dan mandi untuk bersiap-siap pergi nonton bersamanya. Selesai sholat aku langsung berangkat karena filmnya mulai pukul 19:00. Sesampai disana, aku mencarinya diantara kerumunan orang yang sedang menunggu. Studio 2, aku menemukannya berjalan ke arahku dengan muka cueknya yang sedari dulu menjadi ciri khasnya. 
"Tunggu dah disana duduk dulu!"
Aku menunggunya sendiri. Sekelilingku terlihat banyak orang menunggu untuk menonton film tersebut. Dia kembali dengan senyum di wajahnya. Dia memperkenalkan teman barunya lagi yang ikut menonton bersama. Kami memasuki studio dan mendapatkan seat paling atas dan paling belakang. Aku diberikan kursi di tengah. Ada dia dan temannya diantaraku. Tawa menjadi cerita kami bertiga malam itu. Ada masa dimana mataku dan matanya bertemu, tatapan seperti biasa yang membuat kegelapan menjadi cahaya.
Sesekali aku melihat wajahnya yang tertawa diantara gelapnya studio. Wajahnya yang kecil, terlihat sempurna dari samping karena terpantul cahaya. Kutepis perasaan yang tiba-tiba membuatku merasa sesak.
Orang yang jatuh cinta diam-diam paham bahwa kenyataan kadang berbeda dgan apa yg diinginkan.
Aku suka memandanginya diantara gelap. Caranya tersenyum, tertawa, menoleh memandangku, bisa dikatakan aku terjebak di ruang nostalgia saat bersamanya. Aku sering menemukan cahaya diantara kegelapan bersamanya. Menonton teater yang cahanya hanya berasal dari panggung dan saat ini menonton film di bioskop yang cahayanya berasal dari film yang diputar. Punggung tegapnya yang dulu pernah tempatku bersandar, begitu nyaman. Aku suka memperhatikannya seperti itu. Sama seperti pertama kali aku mengatakan kepadanya " Saya suka liat kamu kerja!" .

Cinta kalo di paksa untuk berubah, cpet ato lambat kalo lo gak tau kapan waktunya buat pergi, pasti akan ada yang patah hati.
Iya aku sering mengunjungi tempat kerjanya untuk melihatnya bekerja dan sesekali menghampiriku untuk mengajak ngobrol atau memberi suapan kentang goreng padanya. Jika diingat, aku rindu hal itu. Namun saat ini BBM-an terakhir semalam membuat aku terbangun dari nostalgia saat dia membalasku " Iya, kita kan temen!" .
                  Kita bukan anak kecil lagi, kita semua tau tidak ada cinta yang tidak kadaluarsa.
Iya saat ini KITA hanya teman. Teman biasa yang sesekali keluar bersama menghabiskan penat setelah bekerja. Iya kita TEMAN :) Daripada seperti dulu yang entah kita belum saling memahami satu sama lain. Iyakan ? Iya nonton SINGLE buat kita berdua sepertinya belajar dari kesalahan sebelum-sebelumnya.
thanks yaq udah ajakin nonton "F" . 

Lebih milih mana,
nggak punya pacar tapi bisa jadi diri sendiri,
atau punya pacar tapi cintanya itu dipaksakan?

Kalau lo lagi suka sama seseorang,
lo pastiin...
itu cuma penasaran atau cinta?
-- SINGLE

0 comments:

Post a Comment