Monday, February 29, 2016

Tulisan 31 Januari 2013

            
Ini tulisan pengakuan 3 tahun yang lalu ..
dan saat ini hanya menjadi kenangan yang sama sekali sudah menjadi hal yang sangat biasa untukku.
untuk seseorang yang namanya kutulis dengan jelas, terima kasih sudah pernah memberikan kisah seindah ini :)
Terima kasih sudah menjadi cerita dalam hidup seorang ellya supria ningsih.
dan kini jangan khawatir, aku sudah menganggapmu hanya teman, tidak lebih :)
Karena perasaan yang tertulis sudah kadaluwarsa :)




Kelas XI SMA, tingkat yang lebih tinggi dari sebelumnya.Bertemu dengan teman baru dan yang pasti bertemu dengan orang-orang pintar lainnya.Karena aku mengambil jurusan yang mungkin cukup dibilang keren dan bergengsi,ipa.Nama ku tercantum di salah satu urutan kelas XI Ipa 6.Dan cerita indah-indah ku berawal dari sini.Yang tak pernah ku sangka dan sangat mensyukuri itu adalah bertemu dan diizinkan satu kelas lagi bersama sahabat-sahabat terbaikku.Ada yang lebih menyenangkan dari ini ?sepertinya tidak.Hahaha…
            Hari demi hari ku jalani , XI ipa 6…
Kelas yang sangat berbeda dari kelas sebelumnya.Kelas yang di dalamnya tidak ada kepemimpinan sepihak ataupun adanya kekuasaan seseorang.Kelas yang bisa membuatku merasa damai dan bisa membuatku berani.
            Suatu hari, XI ipa 6 kedatangan orang baru.Seorang anak laki-laki.Sepertinya dia sudah cukup familiar.Buktinya, sebagian besar teman-teman sekelasku mengenalnya.Sosok yang terlihat pendiam,sok keren dan tentunya sedikit imut yang kulihat.Jack, biasa dipanggil oleh teman-temanku.Nama lengkapnya sih Lalu Jaka Amrullah.
            Setelah cukup lama kujalani hari-hariku di kelas ini, aku benar-benar merasakan kepuasan batin tersendiri.Seperti burung yang merasakan asyiknya terbang bebas tanpa merasakan rasa yang dinamakan takut untuk berekspresi.Tapi, semakin lama juga aku menyadari ternyata prediksiku salah.Dugaan tentang Jack.Yang awalnya ku kira dia seorang cowok yang pendiam, ternyata salah.Dia lelaki yang sangat menyebalkan!!Tuhan,,,baru pertama kalinya aku menemukan orang seperti dia.Hoeh…
            Kenapa tiba-tiba aku merasakan ada yang lain di hati ku.Kenapa diam-diam aku mulai mengaguminya.Gak mungkin, ini salah!!Gak mungkin!!Yang benar saja, mengapa aku bisa mengagumi sosok yang sering menjengkelkan aku.Tapi, apa dayaku??Aku benar-benar mengalami sesuatu yang begitu konyol.MENGAGUMI JAKA!!
             Semakin tak karuan perasaanku ini.Sampai pada akhirnya aku harus bisa melawan kenyataan, kalau sebenarnya hatinya bukan untukku.Tapi untuk teman sekelasku, Yuli.Suatu adegan ftv yang mungkin bisa dibilang so sweet lah sepulang sekolah(kalo’ gak salah sih’lupa-lupa inget soalnya).Jack nembak Yuli di depan teman-teman sekelas.Suatu pernyataan cinta yang bisa dibilang gentlemen.Haha…Tampang serius Jack dan tampang malu-malu Yuli menjadi tanah untuk mengubur perasaanku.Tuhan…akankah ada orang yang menyatakan cintanya seperti ini kepadaku?Cinta diterima….sorak-sorai anak sekelas terdengar ricuh.Dan sekotak coki-coki dibagikan.Aseeekkkk….coki-coki gratis.Tapi aku tidak bisa membohongi perasaanku kalau aku sedang merasakan suatu perasaan yang tak layak aku rasakan,CEMBURU!!
            Mengingat kejadian itu, membuat perasaan ini menjadi terganggu.Lebih baik kembali menjadi Ria yang bebas tanpa memikirkan cinta.Single heppi!!Tapi apa, ada sesuatu yang sedang berusaha masuk ke dalam hatiku.Arya, cowok berkamata, sangat baik padaku , hmmm…. Aku memanggilnya kakak.Walaupun umurku lebih tua dari padanya.Hahaha…
Sama sekali belum pernah menceritakan dia.Karena bagiku, kemarin dia orang biasa bagiku.Tapi sekarang, dia bukan orang biasa.Kenyataan yang begitu membuatku terkejut.Dia mengucapkan kata dengan ejaan S-U-K-A kepadaku.Jelaslah aku terkejut, rasanya seperti tidak mungkin.Karena yang aku tahu, dia punya seeorang yang sangat dia sayang,Ely.Tapi semua yang dia katakan kepadaku berbeda.Dia sayang padaku dan sudah menganggapku lebih dari adik.Bisa dibilang aku cewek yang cepat percaya apa kata orang.Saat itu juga sesuatu itu masuk ke dalam hatiku.Suatu perasaan yang mungkin akhirnya hanya berakhir dengan dua kata, PATAH HATI!!
Tak bisa menyimpan cerita ini sendiri, aku menceritakan semua yang Arya katakana pada Maya,Muti dan Uciq.Tapi, Maya sangat menentang semua ini.Dia mempunyai bad feeling terhadap Arya.Tapi, pikirku yang menjalani semua ini kan aku.Apa pun resikonya, aku harus bisa hadapi.Mereka mendukung, tapi sedikit tak suka.
Tepat saat ulang tahun temanku, Rina.Hari itu, malam itu aku melepas status lajangku.Hal terindah yang pernah aku rasakan.Kata kakak berubah menjadi sayang.Aku menjalani semuanya dengan penuh keceriaan.Dan membuatku membuat suatu pernyataan “cinta pertama bukan berarti pacar pertama.Dan Arya adalah cinta pertamaku.”Namun, kebahagianku tak berjalan lama.Sikapnya tiba-tiba berubah.Menjadi sangat cuek.Ada apa ini???
Suatu kenyataan yang membuatku merasa tulang-tulangku terasa lemas,jantungku berdetak cepat,dan kakiku terasa enggan untuk berdiri.Arya balikan sama Ely.Mengapa Ia tak bilang semua itu padaku??
Dengan berbekal ketegaran aku menelponya…
“ciie yang udah balikan..traktirannya mana??Appee..gag cerita-cerita!!Gimana ceritanya??”Kataku penuh ketegaran.
“Siapa yang bilang??”Tanyanya heran
“jujur aja, gag marah kok ria!”
Tiba-tiba dia mengucapkan kata yang membuat mataku menjadi mengeluarkan sesuatu,cair dan dihatiku rasanya sangat sakit,AIR MATA!!
            “maap ya,aya’ orangnya gak setia.Dia yg ajak aya’ balikan, gak enak nolak.Aya’ juga masih sayang dia.Maapin aya’ ya!Terserah dah ria mau apa-apain aya’!Ria mau pukul aya’ ato apa,terserah!Maapin aya’!”Jawabnya.
Tut..tuut..tuut..telpon mati.Apa yang sedang kurasakan saat ini???Rasa yang sangat menusuk.Lebih sakit daripada terkena silet.Lebih parah daripada gatal-gatal karena alergi udang.Tulang-tulang serasa tak lagi berfungsi.Aku merasakan menjadi orang yang lumpuh.AKU BUTUH KURSI RODA!!
            Malam yang sangat menyakitkan.Tidurpun tak bisa.Mataku menjadi sangat sembab.Curhat di ibu, membuatku merasa sedikit lega.Meskipun hal yang sangat tak disukai oleh ibuku.Menangis karena lelaki.CEMEN!!Haha…Tapi apa dayaku.Aku juga manusia.
            Saat paginya, di subuh yang dingin Arya menelponku.
            “ Bodoh!!”Katanya di sebrang
Kata yang pertama kali aku dengar di pagi itu.
            “Bodoh sekali sih!Lebih percaya kata orang daripada pacarnya sendiri!Orang sengaja  buat surprise untuk ulang tahunnya!Bodoh!dasar bodoh!”
Kata-kata yang membuat tulang-tulangku serasa kuat kembali,jantungku kembali berdetak normal,dan tentunya membuat mataku tak akan sembab lagi.Ingin rasanya aku berteriak di pagi itu, ARYA,,I LOVE YOU!!         Semenjak kejadian itu, aku telah mendapat satu pelajaran, follow your heart!!
            Hari-hari di sekolah saat itu kembali seperti semula.Namun, sikap cuek Arya masih saja terlihat.Masih adakah yang tak ku ketahui???Yapppp….tepat sekali.Kenyataan yang sempat menjadi kebohongan saat itu,kini telah menjadi kenyataan lagi.Dia benar-benar balikan sama Ely.Pernah buat salah apa aku padanya??Sehingga dia tega membuatku menjadi seseorang yang berstatus “PELAMPIASAN”!!Ketidaksanggupanku membuatku berani menanyakan ini semua padanya.Tapi apa jawabnya…
            “Ria, kita putus aja ya!Sekarang aya’ lagi banyak masalah!Sekarang aya’ lagi pusing mikirin nenek aya’ yang hilang dari rombongan hajinya!”
DEG!!!Sepertinya kelumpuhan sedang merasuk lagi kedalam tubuhku.Tapi, aku bisa sedikit lebih tegar dari yang biasanya.Tepat tiga minggu, hubungan ini berakhir.Awalnya kupikir aku cewek egois yang hanya mikirin diri sendiri.Tapi semua yang aku pikirkan salah, dia benar-benar balikan sama Ely.Ingin ku meyakini diriku sendiri,aku bukan untuknya.Dan kini aku berusaha untuk membencinya!!
            Lagu yang sedang hits saat ini Rossa-Hati Yang Kau Sakiti.
            Ku menangis…
Membayangkan..
Betapa kejamnya dirimu atas diriku,,
Kau duakan cinta ini,kau pergi bersamanya..
Kumenangis..
            Melepaskan..
            Kepergian dirimu dari sisi hidupku..
            Harus slalu kau tau..
            Akulah hati yang telah kau sakiti….
            Aku berusaha menghadapi hariku dengan penuh ketegaran.Dan berhasil, aku masih bisa tersenyum di depannya.Hari-hari yang sangat berbeda dari hari sebelumnya.Karena aku telah divonis suatu penyakit yang sangat tak kuinginkan, PATAH HATI.Bodohnya aku yang tak mendengar kata teman-temanku.
***
            Disaat hari-hariku masih terkena penyakit parah itu, ada seseorang lagi yang hampir bisa mengobatinya.Riji, mantanku.Semua sikapnya padaku,semua perhatiannya kepadaku,membuatku merasakan kesejukan lagi.Kesejukan yang selama beberapa bulan itu telah ditutupi oleh panasnya kenyataan.Dia orang lama, yang kembali hadir dalam hariku.Memberikan semua perhatiannya.
            DBL 2010, aku menjadi salah satu panitia disana.Kesibukan sedang menyerbuku.Dan sekolah Riji, menjadi salah satu peserta dalam ajang bergengsi itu.Di ajang itu, dia memberikan semua perhatiannya kepadaku.Dan tentunya itu membuatku terkagum-kagum dan kembali memujanya.Haha..
Bagaimana tidak, dia bela-belain jemput aku dari rumahnya yang cukup jauh dari gedung basket.Meskipun aku membawa motor, dia tetap menjemputku.Karena, setiap hari aku pulang malam.Beginilah nasib orang yang mencari nafkah untuk menghidupi keluarganya.Hihihi….
            Oh no…aku terperangkap lagi.Saat ia berjanji, ada yang Ia akan katakan padaku setelah DBL berakhir.Tapi, sampai saat ini..itu masih menjadi sebuah tanda tanya besar.Hatiku serasa dipermainkan olehnya.Dia datang dan pergi semaunya,dan dengan bodohnya aku terima itu.Tapi mengapa, hatiku masih enggan ‘tuk melupakannya??Dua tahun perasaan ini berjalan, setiap 11 januari aku merasakan dia masih hadir dalam hariku.Selama dua tahun, kata yang dia janjikan itu ‘tak pernah ia ungkit-ungkit lagi.Dan aku terima itu.Bersamanya aku merasakan, cinta tak harus memiliki.
            Aku sempat menjalani hubungan dengan orang lain, karena aku sempat berpikir daripada menunggu yang gak pasti lebih baik menyambut yang ada.Tapi hubunganku tak berjalan lancar, bayang-bayang Riji masih menetap di otakku.Dan saat itu aku telah melakukan suatu kesalahan besar dan saat itu aku tak jauh beda dengan Arya, menjadikan seseorang “PELAMPIASAN”.Aku merasa diriku menjadi orang tertega di dunia.Tuhan…maafkan aku!!Dan semua ini juga gara-gara Riji!!Kadang dia membuatku senang, kadang dia membuatku menangis.Aku ingin menjadi yang terbaik untuknya dan selalu jadi yang terbaik.Tak ada yang membuatku begitu senang saat dia mengucapkan,,
            “ pertama Ji gak semangat maen,trus waktu ria nonton,jadi semangat Riji!EEhh pas Ria pulang,gak semangat lagi!Kalah dah!”Ucapnya padaku
Saat itu juga Aku menobatkan diriku menjadi wanita terbahagia didunia.Pertandingan tenis membuatku dekat lagi dengannya.Memberikan semangat setiap dia bertanding.Tuhan, aku ingin selalu bahagia seperti ini.Tapi jujur, ada yang masih janggal dalam hatiku.Seandainya dia menjadi pacarku lagi.Setelah pertandingan itu, dia menghilang cukup lama.Dan kembali lagi dengan sejuta perhatiannya.Sosok cowok yang bisa membuat ibu,bapak dan pamanku menyukainya.Terutama pamanku, karena suatu hobi yang saat itu juga mulai kusukai, tenis.
            Selama dua tahun aku menunggu kejelasan dari hubungan tanpa status ini.Bila dia tak menginginkanku, katakan saja.Penantian ini membuatku tak berdaya.Walau tlah ku coba melepaskan bayangnya, namun harus kuakui,itu tak semudah yang kukira.Dan penantian ini berakhir saat ia mengatakan..
            “jujur, Riji masih sayang Ria.Tapi, Riji masih ragu sama perasaan Riji.Riji lebih nyaman kita sahabatan.Jugaan Riji takut, kalo kita pacaran,kita putus lagi!Riji gak mau itu!”
Hhhh…kata-kata yang membuatku sedikit lega.Karenanya, membuat hati yang penuh tanda tanya itu berubah menjadi tanda seru atau titik yang jelas bukan tanda koma.Haha…
            Aku kembali menjadi Ria yang single heppi tanpa cinta.Dan sempat membuat kesalahan lagi.Membuat orang menjadi pelampiasan.Menjadi Ria yang jahat.Dan itu terjadi pada Anto,adik kelasku.Aku hanya bisa berkata, Maaf!!
            Kosong.Itu yang aku rasakan.Sampai hatiku diisi oleh suatu perasaan yang dulu terkubur cukup lama dan kini bangkit kembali, Jaka.Tapi jauh berbeda, aku yang setiap hari dibuat kesal olehnya membuat aku sangat membencinya.Rasanya ingin menelannya hidup-hidup atau mencincangnya.Tuhan, hidupku gak tenang!!Hari-hariku sepertinya sudah terbiasa oleh kekesalan terhadap makhluk tuhan itu.Tiada hari tanpa teriakan “JAKA!!!!!”.
            Baik sih sebenarnya, tapi menyebalkan.Sampai suatu ketika perasaanku berubah, saat ia mengantarku pulang.Di perjalanan kumerasakan dia sedang menarik hatiku untuk mulai kembali mengaguminya.Ya…congratulation Jack!!You got one point from me!!Dia membuatku tertawa lepas dan mengapa aku harus bahagia melihatnya tertawa juga.Meskipun tertawanya karena mengejekku seenak jidatnya.Hhhh!!!
            Kekesalanku menjadi sebuah kekaguman.Walaupun masih kusembunyikan jauh dalam lubuk hatiku.Karena kata orang, dia manis sama semua cewek.Keraguan pun dating, tapi kembali lagi dan sepertinya akan menetap cukup lama.Tapi, hatiku berkata “Gak usah Ria,gak usah!!”.Aku selalu bekecamuk dengan perasaan itu.Sampai suatu ketika, dia mengantarku pulang lagi.Dan saat itu, langit sangat mendung.Setiap diantar pulang olehnya, aku selalu puas memandangnya.Walaupun dari belakang, kadang aku selalu tersenyum sendiri jika aku mengingat sikapnya yang sangat jahil padaku.Jaka, you maked me confused!!
            Tiba-tiba, hujan turun dengan derasnya.Aku berusaha bersembunyi dipundaknya yang kecil namun terasa nyaman.Rasa tak enakpun menghampiriku.Seandainya bisa, biar aku saja yang basah kuyup.Bukan Jaka.Jasanya saat itu membuat kekesalanku padaku hilang dan hebat Jaka…kamu berhasil!Kamu berhasil membuat aku kembali mengagumimu lagi.
            Hariku benar-benar telah berbeda sejak insiden hujan-hujanan bersama Jaka.Mungkinkah aku bisa mencegah perasaan ini?Karena ini tak mungkin terjadi, menyukai teman sekelasku lagi.Aku takut, lama kelamaan perasaan ini menjadi perasaan sayang.Remember Ria, jangan terlalu cepat sayang dan percaya pada kebaikan orang!
            Semakin hari, perasaan ini semakin gak karuan.Dan yang pasti, keraguan yang ada dihatiku saat ini semakin besar.Kebingungan dia menyukai siapa saat ini, menjadi pertanyaan besar dalam otakku.Soalnya, saat itu dia sangat dekat dengan sahabatku, Maya.Melihat kedekatan mereka, membuatku sangat down.Sempat merasa kesal, tapi apa guna rasa kekesalan itu.Bagiku, sahabat yang utama.Gak mungkin kan gara-gara cowok persahabatan jadi hancur.Berusaha membuang perasaan ini, itu yang harus kulakukan saat ini.Kedekatan mereka, hhh…I’m not wonder women God!!Come on, Ria!Dump it On!!right now!!
            Prinsip yang aku pegang saat ini, “Lebih baik ngejaga perasaan orang lain daripada ngejaga perasaan diri sendiri”.Aku yakin, aku pasti bisa.Kedekatan mereka semakin hari semakin membuatku ragu.Apalagi saat itu, Maya sudah putus dengan Daus.Dan Maia sempat mengatakan kalau Jaka itu mirip Daus sifatnya.Hatiku semakin sakit rasanya saat aku, Maya dan Jaka menonton road race yang diadakan di sirkuit dekat rumahku.Posisi kita bertiga saat itu seperti film cinta 2 hati, aku sebagai tika, maya sebagai Olivia dan Jaka tentunya sebagai afgan.Haha…it’s so stupid mind!!
            Sampai pada suatu ketika, keinginanku untuk bermain bianglala membuat aku dan Jaka kembali dekat.Dia mau menemaniku naik bianglala.Sepulang les hari sabtu, malam minggu aku dan Jaka pergi ke pekan raya.God…what happen??If I dream know, please make me wake up!!Ternyata bukan mimpi, ini nyata!!Lihat,,diatas kepalaku pelangi muncul dimalam hari.Haha…
            Waktu bersamanya seakan membuat masalah yang aku hadapi saat itu terasa sirna seketika.Tertawa dan ejekan selalu hadir di sela-sela kebersamaan kami.Bianglala terang sedang berputar riang di dekat kami.Tapi sayang, dia gak mau naik bianglala.Kecewa!!Malah dia mengajakku masuk ke rumah hantu.Beranikah aku??Berani gak berani aku harus berani, aku gak mau membuatnya kecewa!
            Gelap dan cukup mencekam.Itu keadaan yang bisa ku gambarkan dari rumah hantu itu.Genggaman tangan seseorang sedang kurasakan, tentunya bukan genggaman hantu melainkan genggaman orang yang sudah mulai kusayangi saat ini, Jaka.Ya Allah, bisakah aku menarik kata-kataku kemarin?Kata-kata untuk melupakannya dan menghapus perasaanku terhadapanya?Sepertinya bisa…Hahahaha…
            Jujur, malam itu ada sesuatu yang aku tunggu.Aku menunggunya untuk berkata “Mau gak jadi pacar saya?” hahahaha…meleset!!Keluar jalur!!Tapi seenggaknya, malam itu aku bisa merasakan hadirnya perasaan yang mungkin sudah lama hilang.Perasaan menyayangi seseorang tanpa embel-embel seorang.Cowok pertama yang membuatku merasa tenang dalam keramaian malam.And you know guys,,what he said??
            “Seneng saya malming ne…udah diajarin buat liat pelangi malam..nite MGA”
MGA singkatan dari My Good Angel.Oh no!!Aku bahagia dan sangat bahagia.Walaupun sesuatu yang aku tunggu tak terjadi, tapi dia sudah sangat membuatku merasa menjadi wanita terbahagia di dunia.
            Perjuangan untuk meyakini hatiku bangkit kembali.Masih bolehkah?Oh tentu!!Right now!!Semakin hari dia semakin berbeda, membuatku penasaran.Sampai suatu ketika, aku mengirimkan sms iseng-iseng padanya yang mengharuskan aku untuk berkata jujur padanya.Tak bisa ku cegah lagi, aku masuk ke dalam perangkapku sendiri.Perangkap yang mengharuskan aku untuk mengatakan apa yang aku rasakan.Dengan keberanian yang aku miliki, aku memberitahukan semua yang aku rasakan.Dan gak ada yang buatku begitu terkejut, apa yang aku rasakan ternyata sama dengan apa yang dia rasakan.
            “ sebenernya saya juga seneng deket sama kamu,apalagi malming kemaren!Tumben saya seseneng itu..saya seneng misalkan klo saya ngolok kamu,kamu tanggepinnya ketawa-ketawa aja..ya meskipun kadang ngolok juga……..”Ucapnya
Jelaslah saya ketawa aja, saya gak bisa marah-marah lagi sama kamu.Hahaha…berawal dari itu, aku dan Jaka menjadi sangat dekat.Ingin ku umumkan pada semua orang, kalau aku wanita yang sedang jatuh cinta.KONYOL!!!
            Untuk kedua kalinya, dia mengajakku pergi ke pecan raya.Gak mungkin nolak.Malam minggu kedua aku bersamanya.    Di sepanjang perjalanan,tak luput mataku memandang kagum padanya.Tuhan, siapakah orang yang ada bersamaku ini??Jika aku diberi kesempatan bertanya, aku kan bertanya,siapa orang yang pantas ‘tuk kucintai selain dirinya??Jika aku diberi sebuah pilihan, aku kan memilih dirinya bukan orang lain.Terima kasih atas kesempatan ini.Kesempatan untuk bersamanya.Bisakah suatu saat aku menjadi orang yang disayangnya?orang yang dicintainya?Lamunanku bubar, tak terasa pekan raya sudah ada di depanku.Melihat keramaian, terang lampu dan tentunya melihat bianglala yang sedang berputar dengan riangnya.Lagi-lagi aku teringat kata-kata Uciq,”kalian berdua kalo pergi samaan, ntar dikira anak hilang”.Kurang asem, hahaha….
            Bersamanya seakan waktu berhenti dan hanya milik kita berdua.Gombal!!Haha….kata-kata yang pernah dia katakana padaku.Suatu surprise yang gak terduga, dia mau naik bianglala.Yeeeeeee…….aku senang……aku bahagia….Hahahaahha….Seiring bianglala berputar, matanya memandangku.Tuhan, degup jantungku berdetak dengan kencang.Seperti ada kembang api yang sedang diledakkan di atas kepalaku.Hihihihi….Tiba-tiba tangannya meraih tanganku dan berkata, “ seneng??ini semua untuk kamu!”.Kembang api semakin banyak meledak di atas kepalaku.Badanku serasa terbang tak tahu kemana.Perasaan ini bisa kukeluarkan saat kami berdua teriak.Tapi jujur, saat itu aku belum bisa menjadi diriku sendiri.Ada kepribadian lain yang sedang aku rasakan saat itu.Aku berusaha untuk menjadi diriku sendiri didepannya, please comfy your self,Ria!!Kata-kata itu yang selalu kukatakan pada diriku sendiri.Di atas bianglala, diatas keramaian, aku dijadikan cewek terbahagia didunia.Lebaii!!Hahaha….
            Blepotan, itu yang terjadi padaku saat makan es krim goreng rasa strawberry.Ribet Ria!!Hahahaha….Ada keanehan yang kurasakan saat pulang bersamanya.Kenapa lewat sangkareang???Apa maksud muter-muter sangkareang??Dan tiba-tiba berhenti di atas trotoar pinggir jalan depan sangkareang.
            “Kenapa berhenti?”Tanyaku bingung disertai perasaan deg-degan
Jujur, aku takut malam itu.Tempat yang tak kusukai,gelap dan sepi.Dipinggir jalan dan bersama seorang cowok pula, sangat tak menyukai itu semua.
            “mau tunggu uciq, katanya dia mau ketemu kita!”Jawabnya santai
Uciq???ada urusan apa??Alasan klasik sepertinya.Gak mungkin Uciq mau ketemu dia.Tiba-tiba dia membelakangiku, dan berbalik menggenggam tanganku.
            “Mau gak jadi pacar saya??”
Kata-kata yang sangat aku tunggu-tunggu terucap darinya.Aku hanya bisa menjawab dengan malu-malu.Mengiyakan pertanyaannya.Masih belum menyangka, orang yang sempat membuatku benci, orang yang sering membuatku senyum tanpa teman, suntuk tanpa masalah, marah tanpa cela, gelisah tanpa masalah, berfikir tiada akhir, ternyata kini menjadi pacarku.Itu yang aku harapkan sejak dulu, namun perasaan itu sempat terkubur.Sabtu,6 November 2010…Hahahaha……aku senang, aku senang, aku senang!!!

Hari ini aku telah jatuh cinta…
Takkan mampu aku menyangkalnya…
Jatuh cinta kepadamu…
Sosok yang sering menjengkelkan aku…
Sering menggangguku…
Kau permainkan rasa hatiku…
Namun kini aku berbalik,,
Jatuh cinta dan bernyanyi…
            Menjalani hari bersamanya, membuat hariku menjadi sangat bahagia.Dia membuatku merasakan, ini yang namanya saling menyayangi.Namun ada satu masalah dalam diriku, aku bisa menjadi bisu di depan dia.Dan jujur, aku masih jaim didepannya.Karena, aku tak ingin jika nantinya aku melakukan kesalahan yang membuatku harus kehilangan dia.Aku tipe orang yang sangat takut melakukan kesalahan.Tapi, ada untungnya juga sih.Aku bisa menjadi orang yang lebih sabar dan tentunya bukan orang yang cepat marah.Kekesalan sering menghampiriku akibat dari sikapnya.Namun apa dayaku, Tuhan.Melihatnya membuatku merasa tenang dan kekesalan itu menjadi lenyap.Seandainya jika aku marah, apakah bisa menjamin dia akan tetap bersamaku??Jika tidak???NO!!!Aku ‘tak ingin menjadi wanita pemarah yang karena kemarahannya harus kehilangan orang yang disayangnya.

Aku takut kamu pergi,
Kamu hilang,
Kamu sakit,
Aku ingin kau disini…
Disampingku selamanya…

                        Aku ‘tak pernah melarangnya untuk bergaul dengan siapapun.Dan tentunya, aku selalu memberikannya waktu bersama teman-temannya.Karena aku sadar, dia juga punya waktu sendiri, tidak hanya dihabiskan bersamaku.
Di hari ulang tahunku yang ke-18 tahun, dia memberikanku sesuatu yang mungkin tak bisa semua orang berikan, kebahagian.Memilikinya menjadikan kado terindah di umur ke-18 tahunku ini.Menghabiskan waktu di tanggal 13 Desember bersamanya, makan jagung dan minum kelapa berdua di pinggir pantai, it’s so nice moment.Spongebob lucu yang sangat besar adalah hadiah darinya.Bila mengingat semua itu, aku ingin selalu dan selalu tersenyum.
            Tiga bulan bersamanya, sangat indah.Walaupun aku sempat mengalami keraguan padanya.Aku sempat tak mempercayainya lagi.Apalagi saat melihat status di facebook seorang cewek yang tak lain adalah mantannya,Erie.Aku sangat kesal melihat statusnya.Tapi, berusaha ku tepis semua kekesalan itu.Biarkan saja dia mau bilang apa, yang pasti aku dan pacarku baik-baik saja.Kepercayaanku semakin bercabang, saat seseorang mengatakan kalau dia pernah melihat ada seorang cewek diwarnetnya Jaka.Rasa takut kehilangan itu muncul.Aku tak ingin sakit lagi ya Allah.Sampai ia meyakiniku dengan kata-katanya yang membuat hatiku mempercayai dia seutuhnya.Merasa menjadi cewek bodoh sudah tidak mempercayainya.Maaf sayank…T.T
            Selasa diawal Februari 2011, tidak melelahkan seperti biasanya.Libur pengayaan…asseekk!!!Aku, Muti dan Uciq menikmati waktu itu dengan berkaraoke ria dirumah Muti.Walaupun suara pas-pasan, yang penting senang.Tidur siang bersama mereka, layaknya ikan teri yang sedang dijemur.Haha…di sela-sela tidur siang kami, tiba-tiba ada suara misterius yang kami dengar.Uciq mengira suara hp jatuh, tapi ternyata suara gas alam yang diciptakan Muti.Spontan, itu membuatku tertawa.Tentu saja masa-masa ini yang akan aku rindukan kelak.Masih bisakah kami seperti ini??Masih bisakah kami berebut kamar mandi tiap hari selasa??Tuhan, mungkinkah aku sanggup berpisah dengan mereka?
            Rabu yang indah, walaupun diawali dengan cuaca yang mungkin bisa dibilang buruk.Hujan.Seseorang yang membuatku ingin selalu tersenyum di pagi ini,Jaka.Seeorang yang telah membuat tulang-tulangku serasa lemas, jantungku berdegup dengan kencang karena selembar kertas yang bertuliskan I LOVE U bertinta merah yang diberikannya padaku.Do you know what I feel??Walaupun ternyata itu punya Emond, teman sekelasku juga, tetap saja itu kudapat darinya.Pipiku serasa memerah mengingat peristiwa ini.Ingin rasanya ku menghampirinya dan membisikkan sesuatu di telinganya “I LOVE U TOO”.
            Siang hari di 02 Februari 2011, pertama kalinya aku menyantap makanan yang bernama batagor.Ternyata sangat enak.Haha…terdengar sedikit konyol, tapi inilah aku.Seorang cewek yang mungkin bisa dibilang aneh karena tak bisa menyantap makanan sembarangan.Aku juga bingung mengapa aku seperti ini.Tapi inilah aku, Ria.Batagor pertama yang kumakan itu batagor yang dibeli Dana, teman sekelasku.Ingin berkata, “Thank’s Dan, batagornya!”.Haha…dan aku telah mengatakan itu.
            06 Febuari 2011…
Suasana pulang sekolah yang cukup panas…tapi tidak menyurutkan niatku untuk latihan drama.Walaupun aku hanya dibagian tata artistic, tentunya aku tak ingin melewatkan masa-masa latihan yang lucu bersama anak-anak ipa 6.Mengapa hari ini kuceritakan??Karena hari ini bagiku hari pertama dimana Jaka mengucapkan sesuatu yang tak pernah Ia ucapkan langsung.Saat latihan, dia duduk disebelahku.Bersamanya…membuat jantungku seakan meledak detik itu juga.Apalagi tiba-tiba ia membisikkan,
“Sayang kamu, Yank!”
Wooww…it’s so surprise!!Hal itu membuatku bisu, tak tahu harus berkata apa lagi.Kakiku gemetar dan tidak tahukah dia, tidak melihatkah dia, ada pelangi di atas kepalaku.Hahahaahha…..
            09 Febuari 2011…
            Hari dimana aku merasakan suatu perasaan yang membuatku begitu takut, membuat tubuhku lemas, membuat hatiku sakit dan tentunya membuatku merasa menjadi seseorang yang patut dikasihani.Cemburu.Aku cemburu.Bagaimana tidak, sepulang pengayaan sekolah, aku memintanya mengantarku pulang.Aku menunggunya di depan pos satpam.Jarakku dengannya tak begitu jauh, dan tahukah apa yang terjadi??Tiga orang cewek menghampirinya.Sempat syok melihatnya.Tapi, tak apalah.Tiba-tiba mataku terbelalak melihat salah satu dari cewek itu menarik tangannya dan memperkenalkan dirinya.Mengapa harus aku yang melihat itu?Dan saat itu aku benar-benar berharap Jaka melihatku, menganggapku ada didekatnya.Tapi apa, TIDAK SAMA SEKALI!!!Aku kecewa?Ouu tentu!!Aku marah!!Pasti!!Aku beranjak dari tempat itu, entah apa yang kucari.Tapi yang pasti saat itu aku butuh orang tempatku mengadu.Tapi tak ada satupun.Bersembunyi…hanya itu yang bisa kulakukan.Aku tak tahu apa yang aku rasakan saat itu, enggan untuk tertawa maupun berbicara.Mungkin sepanjang perjalanan Jaka merasakan apa yang aku rasakan, atau mungkin tidak sama sekali???Tak tahulah, yang pasti hari itu mood-ku hancur.
            Malam harinya, aku sudah tak bisa lagi menyembunyikan perasaan marahku padanya.Dan dia menyadari itu.Tapi yang membuat aku tambah kesal, dia tak tahu salahnya dimana.Mungkin, jika sore itu ia melihatku saat tiga cewek itu menghampirinya, aku tidak marah.Tapi, TIDAK!!!Mungkin malam itu ia juga kesal padaku, karena aku tak menceritakan letak salahnya dimana.Mengapa tiba-tiba aku merasakan penyesalan??Mengapa aku harus marah padanya.Huh…malam yang tak indah.Aku pun menceritakan semua yang membuatku kesal dan marah padanya.Tapi satu hal yang membuatku terkejut, hapenya mati.Aku berpikir, mungkin dia masih di warnetnya dan ia tak membawa carger hp.Yang aku rasakan saat itu adalah rasa sedih yang tak ada ujungnya mungkin.Haha…Hanya Maia, Muti dan Uciq yang bersedia mendengar keluh kesahku.Waktu menunjukkan pukul 23.30, kubuka hp-ku.Tapi, smsku belum saja terkirim.Malam itu aku sangat ingin mengucapkan maaf padanya.Tapi, sampai pukul 00.00 hpnya belum diaktifkan juga.Malam itu , rasa mengantukku seakan lenyap karena perasaan takutku.Aku hanya bisa menangis, melihat hp-ku dan saat itu yang aku tunggu hanya “ Succes to ..Jaka “.Sempat ada yang mempertanyakan, mengapa aku menyimpan nomernya dengan nama “JAKA” .Dengan santai ku jawab,
            “ kemarin sempet nulis “saiiiank”, tapi setelah liat nama saya di hp-nya “ria ipa 6”, langsung tak ganti namanya jadi JAKA!!”
Hahaha…kembali ke cerita awal.Menunggu berita terkirim.Tiap satu jam sekali aku terbangun di malam itu.Pukul 03.00 dini hari, aku masih belum bisa tidur.Mungkin mataku sangat sembab karena tangisku.Aku belum bisa mengendalikan perasaanku.Aku gagal menjadi seorang yang sabar.Aku gagal!!!
            Subuh yang dingin di tanggal 10 Febuari 2011, mungkin ini yang pertama kalinya aku berangkat sekolah pagi.Tapi tidak ke sekolah langsung, melainkan ke rumah Muti.Di rumah Muti, aku bisa bebas bercerita tentang apa yang aku rasakan.Dan saat itu, satu hal yang membuatku terkejut, sesuatu yang aku tunggu-tunggu terjadi.”success to ..Jaka”.Gak bisa digambarkan apa yang aku rasakan saat itu.Yang pasti suatu kelegaan yang membuatku agak sedikit kesal.Dengan santainya dia bilang kalo dia senang lihat aku cemburu.Nyakit tau gak sih!!!STUPID!!!
            Di sekolah, aku masih enggan untuk menyapanya.Tapi, jujur aku gak sanggup.Sehari saja gak senyum sama dia, ngobrol sama dia, kayaknya gak lengkap.Sore hari, tiba-tiba muncul pemikiranku untuk mampir ke warnetnya setelah pulang dari rumah tanteku.Berbekal dua crepes yang kubeli di pinggir jalan,,haha.Aku ingin selalu bersamanya, bersamanya tanpa ada masalah.Meskipun ada masalah, aku berharap kami bisa memperbaikinya.
            Senin, 14 Febuari 2011…
Bagiku hari ini biasa aja.Kenapa mesti setiap tanggal 14 Febuari orang-orang ngerayain hari kasih sayang.Gak penting kayaknya.Tapi, di hari ini seseorang telah memberikan aku sekotak coklat berwarna kuning berbentuk hati yang didalamnya ada cha-cha kacang dan coklat berbentuk boneka membawa sebuah cinta.Mungkin itu melambangkan dirinya yang membawakan aku sebuah cinta.Haha……orang itu adalah orang yang selalu menemaniku selama hamper empat bulan ini, siapa lagi kalau bukan pacarku, Jaka.Malam  di 14 Febuari, banyak bintang dan saat itu dia melakukan sesuatu yang sangat aku senangi, membuat rambutku berantakan.Karena bagiku, hal itu membuatku merasakan menjadi orang yang sangat disayang.Hahaha…


Selasa, 15 Febuari 2011…
 Pertama kalinya buat cake buat pacar.Hoeh,, meski harus bangun pagi-pagi tapi gak pernah ngerasa capek.Cake kacang dengan dibalut coklat putih.Tapi, agak sedikit kecewa karena hasilnya gak sebagus yang dibayangkan.Haha…tapi cake itu hasil jerih payahku sendiri hanya untuk jaka.
Minggu, 20 Febuari 2011…
Hari yang sangat melelahkan.Ditambah lagi aku harus dihadapkan pada suatu kenyataan yang membuatku sangat terkejut.Membaca status wanita yang aku anggap tidak mempunyai malu, Eri.Eri, mantan Jaka yang selalu menulis status tentang Jaka walaupun Ia tahu Jaka sudah punya pacar.Tanggal !5 Febuari, mereka berdua bertemu.Mengapa harus aku tahu lewat statusnya, bukan dari mulut pacarku sendiri.Berusaha untuk menanyakan semua itu pada Jaka, dan Jaka menjawab semua pertanyaanku dengan jujur.Dan aku merasakan sedikit kelegaan , walaupun hatiku masih tertutup oleh kekcewaan.Aku masih ingin bertanya banyak, namun pertanyaaanku terhenti saat Jaka menjawab semua pertanyaanku dengan nada yang ketus.Aku takut, aku takut!!!Hal yang palng kutakuti saat itu adalah Ia marah karena ku.Dan Aku sangat tidak menginginkan itu.Malam iu aku berusaha menghilangkan rasa kecewaku, walaupun sulit.Tapi, aku harus bisa.Aku tak bisa melihatnya diam, cuek apalagi tak melihatku.
Seandainya dia tahu apa yang aku rasakan saat itu.Pagi hari yang cukup panas di tanggal 21 Febuari 2011, hari yang sudah membuat air mataku jatuh lagi.Hari yang sudah membuat Jaka cuek padaku dan hari dimana Aku sangat ketakutan karenanya.Ada apa sebenarnya??Caca, teman sekelasku menyangka aku dan dia bertengkar.Tapi setahuku, kami baik-baik saja.Soalnya, Caca heran mengapa Jaka tidak menitipkan hp dan dompetnya di Aku.Otakku mulai berpikir saat itu, tidak percayakah dia padaku??Dan saat itu, kebisuan dan kecuekan sedang menimpanya.Padahal saat itu aku berharap dia melihatku senam lantai, berharap dia berkata “ good luck ” seperti biasanya.Tapi, keberadaannya sudah lenyap dari tempat itu.Pergi tanpa berkata apapun saat itu.Ingin tertawa, rasanya tak ingin.Ingin berbicara, rasanya tak ingin.Dan saat itu yang ingin aku lakukan hanya menangis mengasihani diriku yang mungkin sudah membuatnya diam seperti itu.Tapi, apa ??????????
            Aku cewek cengeng, iya.Aku hanya pura-pura bertampang tegar, selalu tertawa.Walaupun dibalik tawaku aku menyimpan kesedihan yang mungkin tak bisa dimengerti oleh siapapun.Aku wanita yang sangat menyayanginya, mungkin Ia tak tahu seberapa besar rasa sayangku padanya.Yang pasti, rasa sayang yang aku punya lebih besar dari yang dia punya.Aku yang selalu berusaha menjaga perasaannya, aku yang selalu berusaha menjadi yang terbaik.Tapi, akankah dia tahu itu???Bisakah dia merasakan itu???
            Waktu berjalan enam bulan, sikap cueknya makin menjadi-jadi.Aku sakit, aku sedih, ingin rasanya menangis bila ia mulai bersikap dingin padaku.Hingga suatu ketika orang lain mengisi hariku dengan sejuta pengertian dan perhatian yang dia berikan.Dia membuatku lupa dengan segalanya, namun satu yang dia tak bisa hapus dari hatiku, rasa sayangku pada Jaka.Sampai pada suatu ketika, aku mengambil suatu keputusan yang membuatku begitu menyesal, mengakhiri semuanya.Dan lebih memilih orang yang belum lama ku kenal.Berawal indah, namun ternyata dia tak lebih baik dari Jaka.Saat itu, aku benar-benar rindu akan sosok seseorang yang selama enam bulan ini mengisi hari-hariku.Ternyata aku sedang membohongi diriku, aku tak mencintai orang itu.Aku hanya menyukainya, tapi tak menyayanginya.Maap bila ini yang aku berikan.
Kisah indah telah berakhir dengan suatu kesakitan yang teramat dalam.Semua indah yang dia pernah berikan, seenaknya dia tukar dengan luka yang begitu membekas di hatiku.Aku hancur, aku bisu, aku sakit, sakit sekali.Adakah waktu untukku untuk mengerti semua ini??mengerti semua yang telah terjadi?? Kesabaran, kasih sayang, perhatian yang pernah aku berikan padanya, pernahkah dia rasakan??Pernahkah dia sadari?? Pernahkah?? Aku yang selalu berusaha menjadi yang terbaik untuknya, selalu berusaha mengerti dia, inikah yang dibalas untukku?? Sampai begini sajakah?? Mengertikah dia akan diriku saat ini?? Mengapa begitu teganya dia memberikanku sesuatu yang telah membuatku begitu terluka?? Tuhan, beri aku satu alasan mengapa dia menjadi begitu!!

***
Dua tahun berlalu…
Dan sore ini, di akhir Januari ini aku hanya ingin menumpahkan semua rasa yang aku punya hanya untuk seorang Jaka. Saat ini aku bersama seorang yang sangat menyayangiku, Ridho. Hatinya terlalu lembut untuk kuberikan goresan tajam lagi. Disisi lain, dari 6 November 2010 sampai detik ini, namanya belum bisa hilang, Jaka. Ingin kuulang waktu agar saat itu emosiku bisa terkontrol. Aku pernah berkata, aku TAKUT untuk marah padanya, apalagi cuek. Aku takut, bagaimana kalau aku tak bisa bersamanya lagi? Ternyata emosiku saat itu tak bisa terkontrol, dan bim salabim kita sudah tak bersama lagi. Namun, emosi itu tak bisa mengahpus perasaan yang aku punya untuknya.
Sempat suatu hari, hati kita bertemu lagi. Tapi, dia berkata kita tak bisa bersama karena dia jauh. Dia tak dipulau yang sama denganku lagi. Yah, aku tak peduli asalkan aku masih bisa mendegar kata sayang darinya. Tapi, lama-lama rasa jenuhku tiba karena kabarnya sering menghilang. Kuputuskan untuk membuka hati pada orang lain. Dan saat itu, aku tak tau jika dia masih sangat menyayangiku. Hatiku goyah seolah sekarang sedang terdampar di dua pulau. Tuhan.. aku menyayanginya, masih menyayanginya. Membaca semua kenangan yang aku punya bersamanya membuatku meneteskan air mata lagi. Tahukah dia setiap hariku menjalani bersama orang lain tidak seperti dia dan selalu ada bayangan dirinya? Tahukah dia perasaan ini terlalu besar untuknya?
Mungkin takdir memang berkata lain, kita masih belum bisa bersama. Mengingat tentangnya saja sudah cukup bagiku, apalagi tahu ternyata dia masih sangat mencintaiku. Mungkinkah aku bermimpi dia berkata seperti itu ?
Salah satu kata yang aku kutip dari salah satu film, cinta itu dipilih bukan memilih. Saat ini aku pilih dia dan dia sepertinya menjadikanku pilihannya (yah, mungkin itu yang aku tau dari semua kata-katanya), tapi karena keadaan aku harus memilih orang lain untuk bersamaku saat ini.
Tahukah dia Tuhan, bahwa aku disini sangat mencintainya?
Tahukah dia Tuhan, walaupun aku banyak berbicara tapi tidak satupun harapan yang kuberikan padanya itu ada, aku tetap disini selalu berusaha menemukan jalan dari semua ini?
Tahukah dia Tuhan, bahwa setiap cerita bersamanya masih terekam jelas di otakku ?
Tahukah dia Tuhan, air mataku ini masih menetes jika mengingatnya?
Tahukah dia TUhan, bahwa aku selalu ingin bersamanya ?
Tahukah dia Tuhan, bahwa aku selalu tak bisa berkata banyak jika melihatnya Karena dialah satu-satunya yang bisa membuatku seperti itu?
Tahukah dia..
Tahukah dia..
Tahukah dia..
SAYA ELLYA SUPRIA NINGSIH MASIH SANGAT MENYAYANGIMU..
SANGAT MENCINTAIMU..
6 NOVEMBER 2010 SAMPAI DETIK INI..


0 comments:

Post a Comment