Reuni kenangan ketika dulu pernah jatuh cinta. Jatuh cinta dengan si capung. Si pisang ijo yang chatting pertamanya masih kusimpan.Perkenalan konyok melalui bee talk itu yang mengawali semuanya. Telponan tengah malam yang membuatku jatuh cinta dengan suara dan alunan gitar yang kau petik dengan jemari indahnya. Perkenalan aneh melalu sosmed dan percakapan berlanjut setelah itu.
Percakapan sambil berkhayal bagaimana seandainya kita bertemu dengan ala ala FTV. Hahahahaha..
(cinta begitu mudah bagiku dulu). Event 3 "3030" menjadi alasan pertama kali aku bertemu denganmu. Dengan semangat aku mengambil tiket di 3 center dan menuju ke rumah bercat putih ber nomer 9. Aku melihatnya dengan celana panjang hitam berkaos hitam dengan rambut sedikit gondrong dan muka yang lusuh. Hahahaha.. (Aku sedang tersenyum saat menulis ini mengingatnya).
Bercerita beberapa saat, lalu pulang dengan hati yang benar-benar akan meledak. Dia lelaki biasa dengan pesona yang luar biasa. Mungkin masih banyak yang lebih tampan dari dirinya, namun bagiku saat itu dialah yang paling tampan yang mampu membuatku bergetar dan membuatku ganti baju berkali-kali untuk bertemu dengannya.
Cinta yang aku anggap berubah menjadi OBSESI dimulai saat itu,
Obsesi untuk memilikinya adalah prioritas utama. Mungkin bahagia jika aku bersamanya, mungkin beruntung memliki laki-laki yang sudah tujuh tahun tidak pernah menjalin hubungan dengan siapapun.Segala kemungkinan menuju bahagia itu aku masukkan dalam catatan obsesiku yang kukira adalah cinta.
Pertemuan kedua saat aku memiliki masalah besar yang hampir membuat hidupku hancur. Aku menceritakan segalanya padanya. Semua sudah menjadi terbiasa karenanya. Aku mengunjungi ke kos tempat dimana dia tinggal, rumah putih no.9, aku duduk di depan pintu namun dia menyuruhku masuk untuk duduk di dalam. Diambilnya gitarnya lalu menyanyikan lagu dan dengan hati yang tenang sedikit ingin meledak karena bahagia aku menyruput teh kotak yang diberikannya. Aaahhhh~ itu perasaan yang aku rindukan saat ini.
Pertemuan selanjutnya aku memberikannya sekotak brownies.
Selanjutnya dia membawakan sarapan untuk aku dan mamaku ke rumah sakit.
Selanjutnya aku dan dia pergi jam 9-10 malam mengitari kota suka suka ahahhaha..
Malam itu aku menyebutnya malam saat bintang tersenyum hanya untukku. Tidakkah itu malam terindah saat itu. Dengan hati yang begitu bahagia, ingin teriak, aaahhhhh~ its so happy :D
Pertemuan selanjutnya aku membawakannya minyak kayu putih karena dia pilek.
Setelah itu mungkin aku tidak pernah bertemu dengannya lagi.
Hanya saling telponan melalui line karena dia ingin ditemani mengerjakan tugas seorang mahasiswa teknik yang begitu banyaknya yang gak selesai selesai ;D
Aku bahagia karena dibutuhkan :)
Lalu dia mengirimkan foto capung, oleh oleh ombak, oleh oleh air terjun untukku.
Semua ada di IG guys ;D hahahhaha
Itulah rekam jejak kenangan aku bersama si capung.
Kegegabahanku saat jatuh cinta malah membuatnya menjauh. Iya karena obsesi itu.
Dan kini sesekali saling bertanya kabar, hampir akan bertemu lagi karena sudah lama tidak lama bertemu, dan hilang menghilang sampai obsesiku hilang ;D
Obsesi. Itu yang aku sadari saat ini. Obsesi bukan cinta.
Namun tidak apa-apa. Jatuh cinta itu seperti pertandingan, jika bahagia kau dinobatkan sebagai pemenang, namun jika tangis ada dikisahmu berarti kau sudah kalah dan kau harus menerima dengan lapang dada :)
Cinta itu permainan :) Game game, dimana kamu akan menemukan kalah atau menang ;D
Percakapan sambil berkhayal bagaimana seandainya kita bertemu dengan ala ala FTV. Hahahahaha..
(cinta begitu mudah bagiku dulu). Event 3 "3030" menjadi alasan pertama kali aku bertemu denganmu. Dengan semangat aku mengambil tiket di 3 center dan menuju ke rumah bercat putih ber nomer 9. Aku melihatnya dengan celana panjang hitam berkaos hitam dengan rambut sedikit gondrong dan muka yang lusuh. Hahahaha.. (Aku sedang tersenyum saat menulis ini mengingatnya).
Bercerita beberapa saat, lalu pulang dengan hati yang benar-benar akan meledak. Dia lelaki biasa dengan pesona yang luar biasa. Mungkin masih banyak yang lebih tampan dari dirinya, namun bagiku saat itu dialah yang paling tampan yang mampu membuatku bergetar dan membuatku ganti baju berkali-kali untuk bertemu dengannya.
Cinta yang aku anggap berubah menjadi OBSESI dimulai saat itu,
Obsesi untuk memilikinya adalah prioritas utama. Mungkin bahagia jika aku bersamanya, mungkin beruntung memliki laki-laki yang sudah tujuh tahun tidak pernah menjalin hubungan dengan siapapun.Segala kemungkinan menuju bahagia itu aku masukkan dalam catatan obsesiku yang kukira adalah cinta.
Pertemuan kedua saat aku memiliki masalah besar yang hampir membuat hidupku hancur. Aku menceritakan segalanya padanya. Semua sudah menjadi terbiasa karenanya. Aku mengunjungi ke kos tempat dimana dia tinggal, rumah putih no.9, aku duduk di depan pintu namun dia menyuruhku masuk untuk duduk di dalam. Diambilnya gitarnya lalu menyanyikan lagu dan dengan hati yang tenang sedikit ingin meledak karena bahagia aku menyruput teh kotak yang diberikannya. Aaahhhh~ itu perasaan yang aku rindukan saat ini.
Pertemuan selanjutnya aku memberikannya sekotak brownies.
Selanjutnya dia membawakan sarapan untuk aku dan mamaku ke rumah sakit.
Selanjutnya aku dan dia pergi jam 9-10 malam mengitari kota suka suka ahahhaha..
Malam itu aku menyebutnya malam saat bintang tersenyum hanya untukku. Tidakkah itu malam terindah saat itu. Dengan hati yang begitu bahagia, ingin teriak, aaahhhhh~ its so happy :D
Pertemuan selanjutnya aku membawakannya minyak kayu putih karena dia pilek.
Setelah itu mungkin aku tidak pernah bertemu dengannya lagi.
Hanya saling telponan melalui line karena dia ingin ditemani mengerjakan tugas seorang mahasiswa teknik yang begitu banyaknya yang gak selesai selesai ;D
Aku bahagia karena dibutuhkan :)
Lalu dia mengirimkan foto capung, oleh oleh ombak, oleh oleh air terjun untukku.
Semua ada di IG guys ;D hahahhaha
Itulah rekam jejak kenangan aku bersama si capung.
Kegegabahanku saat jatuh cinta malah membuatnya menjauh. Iya karena obsesi itu.
Dan kini sesekali saling bertanya kabar, hampir akan bertemu lagi karena sudah lama tidak lama bertemu, dan hilang menghilang sampai obsesiku hilang ;D
Obsesi. Itu yang aku sadari saat ini. Obsesi bukan cinta.
Namun tidak apa-apa. Jatuh cinta itu seperti pertandingan, jika bahagia kau dinobatkan sebagai pemenang, namun jika tangis ada dikisahmu berarti kau sudah kalah dan kau harus menerima dengan lapang dada :)
Cinta itu permainan :) Game game, dimana kamu akan menemukan kalah atau menang ;D
0 comments:
Post a Comment