Saturday, September 10, 2016

Kebosanan yang diciptakan Sabtu di Alfamart

Sepasang kaki dengan sneaker putih memasuki pintu kaca.
Ingin menyendiri dengan para penjaga toko pemilik pintu kaca itu.
Ingin lari dari kebisingan dunia yang belakangan ini terlalu mencampuri hidupnya.
Duduk di high chair di balik kaca besar yang menembus langsung ke jalanan kota.
Melihat aktivitas sore kota yang begitu ramai.
Matahari tampak sudah perlahan turun di ufuk barat.
Sinarnya menyilaukan mata para pemakai kendaraan yang akan menyusuri arah barat.
Merasakan tatapan beberapa pasang mata yang mungkin bertanya-tanya " Sedang apa wanita itu disana ? Sendirian dengan dua botol susu indomilk dan sebungkus coklat crunch ? Dia sedang menunggu seseorang kah? Atau sedang ingin menyendiri?"
Sedikit tidak nyaman, namun memang sendiri itu dibutuhkan.
Sendiri tanpa seorang adik yang menemani setiap saat.
Sendiri tanpa teman.
Hanya dengan sebuah keyboard dan hpnya yang setia dibawanya kemana-mana.
Sepertinya mereka adalah teman yang paling asyik untuk kesendirian ini.
Suara musik terdengar dari telinga sebelah kiri.
Lumayan membuat tenang namun tetap rasa tidak nyaman itu sedikit hadir dalam perasaan yang sekarang entah tak tahu apa yang dirasakan.
Melihat anak usia dibawah lima tahun dari balik kaca sedang bermain di atas motor yang mungkin saja milik ayahnya
Melihat dua orang wanita menggunakan cardigan kuning yang kembar dengan teman yang diboncengnya.
Melewati punggungku yang mungil itu.
Entah apa yang membuat pikirannya terupload di udara.
Uploadan yang cukup banyak untuk sore ini.
Adakah yang berniat mendownload isi pikirannya ?
Adakah yang akan menemukannya dan duduk berbincang bersama ditempat yang tersisa dua high chair ini?
Sepertinya tidak ada.
Ini tulisan tanpa tujuan untuk menghilangkan kebosanannya dengan suasana rumah yang begitu-begitu saja.
Tulisan yang membuatnya melarikan diri dari orang-orang yang mencampuri urusan pribadinya.
Ia ingin menengok namun ada rasa takut dengan prasangka.
Mungkin saja ada yang menganggap dirinya sedang mencari perhatian pada salah satu pramuniaga di toko itu.
Oh God, Please.
Aku hanya ingin ruang sendiri dalam menulis.
Tempat murah dan asyik untuk menenangkan pikiran.
Tempat dimana akses ke semua media sosial telah ditutupnya.
Tempat dimana ia ingin bercengkrama dengan hatinya.
Membicarakan apa yang harus ia lakukan.
Membahas apa yang harus dilakukan untuk menyelesaikan masalah yang terjadi belakangan ini.
Membahas apa yang harus dilakukannya untuk merespon tentang orang-orang yang terlalu ikut campur dalam hidupnya.
Suasana begitu sepi....
Hening...
Sepertinya para pelanggan sedang sepi saat ini.
Namun mendadak pelanggan datang dengan ramainya melewati punggunya yang mungil sedikit membungkuk itu.
Ada beberapa staff pramuniaga yang tampak berdatangan untuk bekerja karena jam pergantian shiff mungkin saja tiba.
Oh ternyata beberapa staff mencari seorang ibu-ibu yang barangnya tertinggal.
Terlihat beberapa bayangan staff penjaga toko mengangkat beberapa kardus yang berisi barang-barang yang cukup berat.
Oohhh sepertinya stok barang dari gudang sudah datang.
Beberapa staff mengangkatnya untuk dirapikan di setiap rak-rak tempat makanan.
Oh ternyata berpuluh-puluh kotak minyak bimoli.
Mungkin saja ada diskon besar-besaran untuk menyambut idul adha besok hari senin.
Long weekend terasa sangat mengasyikkan.
Bagaimana tidak, untuk seorang pekerja kantoran sepertiku sangat menantikan liburan yang panjang ini.
Menyibukkan diri dirumah dengan segala macam riuh suara adik-adik yang membuat tawa tercipta di wajah bulatnya.

Angin AC menyentuh kulit seseorang wanita yang sedang duduk di high chair.
Satu botol susu indomilknya sudah habis diminumnya.
Apa yang akan kau lakukan jika dunia sudah tidak berpihak dengan orang sepertimu.
Detik demi detik yang terlewat sudah menjadi menit yang begitu berharga dengan kesendirianmu.
Menit kini sudah menjadi jam yang sudah menjadi menciptakan ribuan imajinasi yang akan siap di upload di udara.
Para pendownload yang sedang bernyusuri lapisan aspal yang masih bercahaya terkena sinar mentari yang sebentar lagi akan sangat indah jika dilihat orang sepasang kekasih yang menghabiskan waktu mereka di pesisir.

Aku ingin hujan hadir saat ini.
Menciptakan melodi indah yang mengalun di sela-sela kesendirian.
Tik...tik...
Rintiknya mampu membangunkan mata yang sudah lama terlelap.
Tik..tik..
Mampu membuat hati membuka pintu yang sudah lama tertutup.
Seperti pintu kaca yang dilewati oleh berpuluh-puluh pasang kaki.
Seperti salam yang diucapkan oleh wajah-wajah ramah yang selalu menyambutmu ketika pintu kaca itu terbuka.
Siapkah hatiku menjadi wajah ramah yang senantiasa menyambut hati para pejalan kaki yang mungkin saja kukenal?
Sudah diakhiri saja tulisan tak menentu arahnya ini.
Ini hanya pengisi kebosanan yang aku ingin jalani di sabtu sore yang penuh dengan pertanyaan ini.
Alunan musik india menemami sore di dalam alfamart pejanggik sore ini.
Oke .
Diakhiri saja saat ini sebelum pertanyaan menggumpal lalu teranyam di dalam otak orang-orang yang meilhatmu duduk sendirian di toko yang dipenuhi oleh para pramuniaga yang menyimpan tanya.


0 comments:

Post a Comment