Wednesday, April 27, 2016

Untuk Dia yang Hatinya Begitu Hangat

Untuk dia yang hatinya begitu hangat.
Bukan aku menyesal, hanya mengingat aku pernah merasakan hatinya yang begitu hangat.
Aku tahu aku bahagia saat itu.
Untuk dia yang hatinya begitu hangat.
Bukan aku menginginkanmu kembali, hanya rindu sesaat ketika melihat kenangan yang tersisa.
Untuk dia yang hatinya begitu hangat.
Ucapan terima kasih berkali-kalipun tidak akan bisa menyudahi kehangatan yang tersisa.
Pernahkah kau bertemu seseorang yang hatinya begitu hangat?
Seseorang yang menatapmu dengan tatapan hangat.
Seseorang yang memiliki mata tajam nan sayu yang sangat menyayangimu.
Seseorang yang mengusap rambutmu dengan tangan hangatnya saat kau terbaring di brankar rumah sakit.
Seseorang yang tersenyum lega ketika mataku terbuka dengan senyum dibibir melihatnya.
Seseorang yang mengusap minyak kayu putih di telapak kakiku saat kesadaranku belum kembali.
Seseorang yang menenteng tas dan sepatuku yang kotor karena terkena tepung saat ulang tahun.
Seseorang yang meninggalkan kotak besar saat aku membuka pintu berisi singa pemberani bernama Rigo.
Seseorang yang kuberikan 42 pil berisi catatan kerinduan saat ia pergi jauh.
Seseorang yang matanya berair saat hubungan itu akan berakhir.
Seseorang yang menculikku dari rumah sakit untuk meminta jawaban atas keputusan itu.
Seseorang yang menatapku tajam untuk serius memberi jawaban.
Seseorang yang hatinya kuhancurkan hanya untuk obsesi lama yang akhirnya menyakitiku.
Seseorang yang kutinggalkan luka saat aku pamit pergi meninggalkannya.
Untuk dia yang hatinya begitu hangat.
Terima kasih untuk kehangatan selama setahun penuh saat itu.
Untuk dia yang hatinya begitu hangat.
Mohon maaf untuk luka yang pernah tersisa.
Untuk dia yang hatinya begitu hangat.
Teruslah menjadi seperti itu untuk dia dan dia yang akan memanggilmu "ayah". :)



0 comments:

Post a Comment